Bab 21: Terlalu Banyak Urusan di Kamar
Hua Qing datang bersama Li Yunxin, tentu saja, bukan karena Li Yunxin yang mengundangnya, melainkan karena ia mengetahui Li Yunxin akan datang ke sini dan memaksa ikut tanpa malu. Namun, sebagai putra sulung keluarga Hua, Hua Qing jelas tak tahan dengan suasana bising di klinik, sehingga ia memilih beristirahat di halaman belakang. Barulah karena perutnya keroncongan menjelang siang, ia keluar untuk mencari makan.
Tak disangka, saat keluar ia melihat Wang Feng sedang menghafal Kitab Materia Medica. Melihat Wang Feng menyebutkan nama-nama ramuan satu per satu beserta penggunaannya, hingga merangkai resep-resep obat, Hua Qing cukup terkejut karena ia sendiri tak mampu melakukannya.
Namun, begitu melihat mata Li Yunxin berbinar-binar memuji Wang Feng, Hua Qing langsung merasa tak senang, terlebih lagi saat Li Yunxin memanggil Wang Feng dengan sebutan ‘paman guru’. Meski Wang Feng baru berusia delapan tahun, Hua Qing pun tak bersikap ramah padanya.
“Omong kosong? Mana ada aku asal bicara? Bukankah yang kukatakan benar? Pintar menghafal teori pun percuma kalau tidak bisa mengobati penyakit!” nada suara Hua Qing makin tinggi setelah mendengar Li Yunxin membela Wang Feng.
Keluarga Li dan keluarga Hua memang punya hubungan dekat, bahkan sama-sama menjadi pemegang saham utama di Lembaga Kesehatan Terbaik, grup farmasi terbesar di negeri Hua. Namun, keluarga Li memiliki porsi saham yang lebih besar, sehingga ketua Lembaga selalu dipegang oleh keluarga Li. Tentu saja keluarga Hua tak pernah rela berada di bawah bayang-bayang keluarga Li.
Dulu mereka tak punya kesempatan menyaingi keluarga Li, tapi kini peluang itu muncul. Keluarga Li selalu menyisakan satu pewaris lelaki di setiap generasi, namun kini, di generasi Li Yunxin, yang tersisa hanya seorang perempuan! Jika Li Yunxin seorang laki-laki, keluarga Hua takkan punya harapan. Namun karena ia perempuan, suatu saat ia pasti menikah, dan di situlah peluang keluarga Hua terbuka. Maka mereka meminta Hua Qing, yang seusia dengan Li Yunxin, untuk terus mendekatinya. Asal berhasil memikat hati Li Yunxin, kelak saham keluarga Li di Lembaga Kesehatan pun akan jatuh ke tangan keluarga Hua.
Tentu saja keluarga Li paham betul niat keluarga Hua, tapi mereka tak bisa berbuat apa-apa, karena Li Yunxin satu-satunya pewaris. Sementara itu, Li Yunxin sendiri tak pernah menyukai Hua Qing, hanya saja ia sulit menolak permintaan demi menjaga nama baik keluarga.
Seperti kali ini, ketika Li Yunxin baru sembuh dan ingin menjenguk Li Ming, Hua Qing pun memaksa ikut. Tak punya pilihan, Li Yunxin pun menyetujui, apalagi Hua Qing beralasan ingin menjenguk Li Ming juga, sehingga Li Yunxin tak enak menolak.
Mendengar ucapan Hua Qing, Li Yunxin memang tak bisa membantah, sebab apa yang dikatakan Hua Qing ada benarnya. Pintar menghafal teori saja memang tak cukup jika tak bisa mempraktikkannya, apalagi dalam hal pengobatan. Menghafal seluruh kitab medis pun percuma jika tak mampu menyelamatkan pasien.
A Bao yang melihat Hua Qing berani bicara seperti itu pada Wang Feng, langsung membelalakkan mata, hendak bicara. Namun Wang Feng segera menarik tangannya, memberi isyarat agar A Bao jangan bertindak gegabah, cukup berdiri di samping dan melihat.
Melihat Li Yunxin tak mampu menjawab, Hua Qing semakin jumawa. Ia melirik Wang Feng dengan tatapan meremehkan, lalu berkata dengan nada menggurui, “Ingat, hafal teori saja tak ada gunanya. Mengobati orang bukan sekadar menghafal buku.”
“Benar, kau benar. Aku akan ingat itu.” Wang Feng menjawab sambil tersenyum dan mengangguk.
Tak disangka, Wang Feng tidak membantah, membuat Hua Qing sempat tertegun. Tapi Wang Feng yang tak membantah justru membuatnya merasa makin berkuasa, sehingga ekspresinya makin angkuh.
Tak diduga, Wang Feng melanjutkan, “Aku juga setuju denganmu. Hanya saja, aku baru saja menjadi murid, belum pernah ada yang memintaku mengobati. Bagaimana kalau kau saja yang jadi pasienku, biar aku coba periksa? Kau diam saja, aku akan periksa sendiri.”
Semakin lama mendengar ucapan Wang Feng, Hua Qing makin merasa ada yang tak beres. Dari nada bicara Wang Feng, seolah-olah ia sedang mengatakan Hua Qing sakit. Baru hendak bicara, Wang Feng sudah memintanya diam, membuat mulutnya langsung terbungkam.
“Wajahmu pucat, kantung matamu cekung, langkahmu ringan dan goyah. Menurut kitab, itu gejala terlalu sering melakukan hubungan suami istri.” Wang Feng berkata dengan serius pada Hua Qing.
Selesai berkata, Wang Feng berbalik menatap Li Yunxin dan Li Ming dengan penuh kebingungan, lalu bertanya, “Guru, hubungan suami istri itu apa ya? Aku tidak paham, apakah itu termasuk penyakit?”
Mendengar itu, Li Ming hanya tersenyum dan menggeleng, sementara wajah Li Yunxin sudah memerah padam, menatap Wang Feng dengan kesal, “Ih, Paman Guru, kau benar-benar nakal, sedikit pun tak mau belajar jadi baik!”
“Lho, kenapa kau bicara begitu? Apa salahku?” Wang Feng membalas, benar-benar tidak mengerti apa itu hubungan suami istri.
Sementara itu, di belakang Wang Feng, wajah Hua Qing juga memerah, namun bukan karena malu, melainkan marah!
Benar, Hua Qing berusia delapan belas tahun, usia di mana hasrat terhadap lawan jenis sedang memuncak. Sebagai putra sulung keluarga Hua, mendapatkan wanita bukan perkara sulit baginya. Sejak mencicipi buah terlarang, ia jadi tak bisa menahan diri, dan di usia muda sudah mengalami kelebihan dalam hal itu.
Hal ini bisa dilihat oleh Li Yunxin, pun Li Ming tahu, hanya saja mereka memilih diam. Wang Feng, yang hanya mengucapkan sesuai gejala di buku, tentu saja membuat Hua Qing malu dan marah.
“Kurang ajar, siapa yang kau maksud?!” Hua Qing yang sudah merah padam melangkah maju dan langsung melayangkan pukulan ke punggung Wang Feng. Ia tak peduli Wang Feng masih anak-anak, baginya, sudah membuat malu pewaris keluarga Hua, pantas dihajar!
Mendengar suara angin dari belakang, Wang Feng refleks membalas dengan pukulan ke belakang. Sejak dihajar A Bao di tempat penggilingan padi, Wang Feng jadi berlatih keras, meski kekuatannya tak bertambah banyak, setidaknya sudah tak bisa disamakan dengan Hua Qing yang tubuhnya lemah karena terlalu banyak hura-hura.
Bugh!
Wang Feng berbalik dan memukul tepat di perut Hua Qing yang sedang menerjang, membuat Hua Qing terpental ke belakang hingga menabrak dinding klinik dan baru berhenti. Wajahnya langsung memerah.
“Kurang ajar, kau berani memukulku?! Pengawal, ke sini!” Hua Qing tak terima dipukul Wang Feng, langsung berteriak. Di belakang klinik memang ada dua pengawal yang dibawa keluarga Hua.
Saat Wang Feng melepaskan pukulan itu, mata Li Ming berkilat, sadar bahwa Wang Feng sudah bisa mengendalikan tenaga dalam. Ia pun jadi makin penasaran pada anak itu.
Dua pengawal keluarga Hua yang mendengar teriakan Hua Qing segera berlari masuk. Melihat situasi, Hua Qing menunjuk Wang Feng dengan marah, “Kalian datang tepat, hajar anak kurang ajar ini sampai babak belur!”
Kedua pengawal itu saling pandang ragu. Kalau yang dihadapi lelaki dewasa, mereka pasti sudah menerjang. Kalau kakek-kakek pun, demi menunjukkan kesetiaan pada keluarga Hua, mereka takkan ragu. Tapi ini hanya anak kecil...
Bukan takut tak bisa mengalahkan Wang Feng, tapi kalau sampai memukuli anak kecil, reputasi mereka sebagai pengawal bisa hancur. Mereka pun bimbang, tak tahu harus menuruti perintah Hua Qing atau tidak.
Saat itu, Li Ming melangkah maju, menatap Hua Qing yang bersandar pada dinding dengan mata penuh rasa muak, namun tetap menahan diri dan berkata, “Hua Qing, untuk apa bertengkar dengan anak kecil? Sudahlah, anggap saja selesai.”
“Tidak bisa, dia sudah memukulku, tak bisa dibiarkan begitu saja!” Hua Qing langsung berteriak mendengar ucapan Li Ming.
Dua pengawal keluarga Hua makin tak tahu malu harus berlama-lama di situ. Usia delapan belas, dipukul anak kecil, dan masih saja berteriak. Kalau pun kau tak malu, kami yang malu mendengarnya!
Namun, demi gaji besar dari keluarga Hua, kedua pengawal itu pura-pura tak mendengar dan tetap berdiri diam di belakang.
Li Ming yang melihat Hua Qing tak tahu diri, makin tak suka padanya. Li Yunxin yang mendengar ucapan Hua Qing, juga marah dan maju memprotes, “Jelas-jelas kau yang menyerang Paman Guru lebih dulu, kenapa malah menyalahkan dia?”
Mendengar itu, wajah kedua pengawal makin panas, ternyata bukan duel adil, tapi malah gagal menyerang dari belakang!
Ucapan Li Yunxin membuat amarah Hua Qing makin membara, ia membalas, “Aku tak peduli! Pokoknya dia sudah memukulku, hari ini dia harus kubalas!”
Mendengar sikap keras kepala Hua Qing, Li Ming, Li Yunxin, dan kedua pengawal hanya bisa terdiam. Tapi mengingat kelakuan Hua Qing sehari-hari, mereka maklum, karena memang itulah sifat aslinya.
Wang Feng yang mendengar ucapan Hua Qing, melangkah maju dan bertanya dengan polos, “Kenapa kau marah sekali? Apa aku salah mendiagnosis penyakitmu? Tak mungkin, gejalamu jelas akibat terlalu sering melakukan hubungan suami istri... Eh, sebenarnya hubungan suami istri itu apa sih?”
Kalau bicara soal bingung, Wang Feng memang bingung. Ia benar-benar tak tahu apa itu hubungan suami istri, hanya mengucapkan sesuai gejala yang tertulis di buku. Tapi tak disangka, Hua Qing justru semakin marah.
Mendengar ucapan Wang Feng, kedua pengawal keluarga Hua nyaris tertawa, untung saja mereka cukup terlatih untuk menahan tawa, meski wajah mereka jadi memerah menahan geli.
Li Yunxin yang mendengar Wang Feng mengulang ucapan itu, wajahnya kembali merah padam, menatap Wang Feng dengan jengkel, lalu memilih diam.
“Omong kosong! Kau jelas salah mendiagnosis! Aku ahli waris keluarga tabib, tak perlu kau periksa!” Hua Qing langsung membantah keras.
Wang Feng menatap Hua Qing dengan wajah penuh kebingungan, karena ia yakin tak salah diagnosis. Ia pun berbalik bertanya pada Li Ming, “Guru, apa aku benar-benar salah mendiagnosis?”
Li Ming benar-benar tak menduga Wang Feng akan bertanya begitu, sampai tertegun. Tentu saja Wang Feng tidak salah. Hua Qing memang jelas-jelas terlalu berlebihan. Hanya saja, mana mungkin ia mengatakannya terang-terangan?
[Mohon dukungannya dengan simpan dan rekomendasi, terima kasih!]