Bab XVII: Ibu Hantu Berjubah Merah
Sejujurnya, saat melihat mayat di dalam peti mati itu tiba-tiba duduk tegak, bahkan Mo Feng pun dibuat terkejut. Memang, ia adalah seorang mayat hidup, tetapi terus terang ia belum pernah benar-benar bertemu hantu yang menakutkan, jadi selama ini ia tidak pernah merasa takut. Namun kini, saat mayat itu mendadak bangkit dan mencengkeramnya, ia tak bisa menahan rasa takut yang muncul secara naluriah.
Ia segera mundur selangkah, lalu menatap perempuan bergaun merah yang kini duduk di dalam peti mati. Dulu, ketika orang misterius itu memadukan darah mayat hidup ke dalam tubuh Mo Feng, ia sempat berkata bahwa Mo Feng akan memiliki banyak kemampuan khusus. Namun, kekuatan itu tidak akan langsung besar, sebab darah mayat hidup dalam tubuhnya belum sepenuhnya menyatu dan terbangkitkan. Karena itu, ia harus perlahan-lahan menyatu dengan darah mayat hidup di tubuhnya, lalu membangkitkan seluruh kekuatan darah itu. Hanya dengan begitu, baik dari garis keturunan maupun kekuatan, ia baru benar-benar layak disebut Raja Mayat Hidup!
Artinya, Mo Feng saat ini masih belum sepenuhnya menyatu dengan darah mayat hidup dan juga belum membangkitkan seluruh kekuatan darah itu. Ia memang mewarisi darah Raja Mayat Hidup, tetapi saat ini belum memiliki kekuatan sejati seorang Raja Mayat Hidup. Kendati demikian, kekuatannya saat ini pun sudah sangat luar biasa, tak dapat diukur. Setidaknya, untuk menghadapi perempuan bergaun merah ini, seharusnya bukan masalah besar!
Kini, perempuan mayat itu perlahan berdiri tegak dari dalam peti mati, dengan perut yang besar menonjol. Dari tubuhnya memancar aura hitam yang begitu mengerikan, sehingga jelas ia jauh lebih hebat daripada hantu pada umumnya. Sepasang matanya yang sepenuhnya putih menatap tajam ke arah Mo Feng, lalu tiba-tiba ia membuka mulut dan berkata dengan suara parau, “Bisa menembus masuk ke sini, jelas kau bukan manusia. Siapa sebenarnya kau?”
Memang benar, menyusuri sungai kecil, lalu masuk ke saluran air dan melewati lorong bawah air yang begitu panjang hingga sampai ke sini, itu bukan sesuatu yang bisa dilakukan manusia. Kecuali memiliki alat selam, sehebat apa pun perenangnya, mustahil bertahan selama itu di bawah air.
Mo Feng menjawab datar, “Memang benar, aku bukan manusia.” Eh, kenapa terdengar seperti sedang menghina diri sendiri? Ia pun menjilat bibirnya.
Mayat perempuan itu menatap Mo Feng dan berkata, “Kau juga bukan hantu, sepertinya juga bukan mayat, jadi apa sebenarnya kau?” Bukan mayat? Mo Feng menyeringai dingin. Ia bukan mayat sembarangan, tapi mayat tingkat tinggi. Rupanya perempuan mayat ini benar-benar bodoh, wawasannya begitu sempit.
“Tak perlu kau tahu aku ini apa. Aku ke sini hanya ingin memastikan, benarkah kau yang melemparkan mutiara emas ke luar hingga menarik orang turun ke air, lalu membunuh mereka?”
Mayat perempuan itu menatap Mo Feng dengan tajam, lalu tiba-tiba melesat keluar dari peti mati. Ia mengulurkan kedua tangan, dan kuku-kuku panjang beberapa inci di ujung jemarinya menusuk ke arah Mo Feng.
Melihat itu, Mo Feng menyeringai dingin. Ketika perempuan mayat itu telah mendekat kurang dari setengah meter, ia segera mengangkat satu tangan, mengumpulkan aura merah darah mayat hidup, lalu mencengkeram perempuan mayat itu dengan kuat.
Sekejap saja, seolah-olah ada kekuatan besar tak terlihat yang langsung menahan perempuan mayat itu, membuat tubuhnya membeku di udara dan tak bisa bergerak sedikit pun. Wajah pucat pasi perempuan itu seketika berubah dari takut menjadi benar-benar ngeri. Ia menatap Mo Feng dengan tak percaya, seolah tak mampu membayangkan Mo Feng punya kekuatan semengerikan itu!
“Kau... siapa sebenarnya kau?” tanya perempuan mayat itu ketakutan.
Mo Feng mendengus dingin, “Kau sekarang tidak berhak menginterogasiku. Lebih baik pikirkan baik-baik bagaimana menjawab pertanyaanku!”
Kini perempuan mayat itu menatap Mo Feng dengan ketakutan yang mendalam, kekuatan Mo Feng benar-benar membuatnya gentar. “Benar, semua itu perbuatanku!” ia mengaku.
Mo Feng kembali bertanya, “Kenapa kau lakukan itu?”
“Karena aku ingin keluar dari sini, dan aku butuh beberapa orang mati untuk membantu memecahkan segel ini,” jawab perempuan mayat itu dengan suara dingin.
Mo Feng berusaha menahan amarahnya, lalu bertanya lagi, “Jadi, kau ini yang disebut Ibu Hantu?”
Perempuan mayat itu menjawab, “Benar, banyak makhluk dan hantu yang menyebutku Ibu Hantu!”
Mo Feng agak ragu, “Tapi bukankah sekarang kau ini mayat?”
Sepasang mata putih perempuan itu menatap Mo Feng, lalu ia tersenyum aneh dan berkata, “Kau ingin melihat wujud asliku sebagai hantu? Baiklah, akan kupenuhi keinginan terakhirmu!”
Dalam sekejap, dari tubuh perempuan mayat itu melesat keluar bayangan merah seperti hantu, langsung menembus tubuh Mo Feng dengan sepasang cakar gaib. Seluruh bayangan itu menembus tubuh Mo Feng, lalu muncul di belakangnya. Sementara tubuh fisik perempuan mayat itu masih terkungkung di udara oleh kekuatan Mo Feng.
Arwah perempuan itu kini muncul di belakang Mo Feng, tertawa nyaring dan menampakkan senyuman penuh kemenangan di wajahnya yang bercahaya suram. “Sekarang kau tahu aku adalah Ibu Hantu, kau seharusnya sadar betapa kuatnya arwahku. Jangan kira dengan menahan jasadku, kau sudah mengalahkanku. Bocah, apapun kau ini, pada akhirnya kau tetap akan mati di tangan Ibu Hantu Berjubah Merah!”
“Ibu Hantu Berjubah Merah? Julukan yang menarik juga!” Mendadak suara Mo Feng terdengar.
Ibu Hantu Berjubah Merah sontak tertegun, menatap tubuh Mo Feng yang masih berdiri tegak dengan tak percaya, seperti baru menyadari ada sesuatu yang aneh. Tadi jelas-jelas arwahnya sudah menembus tubuh Mo Feng. Siapa pun, baik manusia ataupun hantu, pasti akan tewas jika terkena serangannya barusan.
Namun Mo Feng tampak sama sekali tidak mati, bahkan tidak menunjukkan sedikit pun rasa sakit. Ia perlahan berbalik, menatap Ibu Hantu Berjubah Merah dengan tenang dan berkata, “Tak kusangka, kau sembunyikan arwahmu di dalam jasadmu sendiri. Tapi kalau kau ingin membunuhku? Itu hanya mimpi!”
“Kau... hm, sombong sekali. Walau kau aneh, jangan kira aku tak bisa membunuhmu!” seru Ibu Hantu Berjubah Merah, lalu melambaikan kedua tangannya. Aura hitam gaib segera berkumpul membentuk gumpalan pekat. Ia menghantamkan cakar hantunya, lalu gumpalan aura itu melesat ke arah Mo Feng dan menghantam perutnya. Seluruh aura itu menyusup masuk ke tubuh Mo Feng.
Mo Feng menunduk, memandang perutnya yang terkena serangan, lalu mengusap perutnya sambil berkata, “Hebat juga auramu, sayang sekali tidak bisa melukaiku!”
Ibu Hantu itu benar-benar tertegun, tak mampu memahami apa yang sebenarnya terjadi. Auranya begitu kuat, meski mungkin tidak cukup untuk membunuh Mo Feng, setidaknya seharusnya menimbulkan reaksi. Namun kenyataannya, Mo Feng sama sekali tidak bereaksi, bahkan tampak nyaman sambil mengusap perutnya.
Melihat itu, Ibu Hantu kehabisan akal, tapi ia tak mau menyerah. Dengan tergesa-gesa ia kembali mengumpulkan kekuatan, terus-menerus menyerang Mo Feng dengan auranya. Dalam ruang kecil di atas kolam itu, suara hantaman berdentam tiada henti.
Hingga akhirnya, Ibu Hantu benar-benar kelelahan, sementara Mo Feng malah menguap dan meregangkan tubuhnya dengan malas, “Sudah cukup belum?”
Ibu Hantu yang kehabisan tenaga pun menghentikan serangannya. Namun arwahnya tiba-tiba muncul di depan Mo Feng, dan dengan sepasang cakar menancap keras ke dada Mo Feng. Ia berusaha mencabik tubuh Mo Feng, seolah ingin membelah tubuhnya menjadi dua.
Namun tubuh mayat hidup Mo Feng, mana mungkin bisa dicabik semudah itu? Tak peduli sekuat apa ia menarik, tubuh Mo Feng tak bergeming, justru kuku-kuku arwah itu mengeluarkan suara mendesis saat bergesekan dengan tubuh Mo Feng. Terpaksa ia cabut kukunya, dan sepuluh kukunya langsung berubah menjadi aura gaib dan menghilang begitu saja.