Bab Dua Puluh Tujuh: Berbagai Kemampuan Khusus
“Sebenarnya, aku ini adalah vampir tingkat tinggi...” Setelah perkataan Mo Feng selesai, si gendut dan Youyou sama-sama terdiam.
Mereka berdua menatap Mo Feng dari atas ke bawah, lalu si gendut memutar bola matanya dan berkata, “Memang sih, vampir tingkat tinggi itu luar biasa, tapi kau tidak perlu mengaku-aku, kan? Jangan bercanda, jujur saja, kenapa kau sehebat ini?”
Mo Feng menjawab dengan pasrah, “Aku benar-benar vampir. Dulu aku sendiri susah percaya, tapi nyatanya aku memang dijadikan vampir oleh setetes darah seseorang yang misterius.”
Melihat wajah Mo Feng yang begitu serius, si gendut kembali bertanya, “Kau yakin?”
Mo Feng mengangguk. “Kalau tidak percaya, lihat saja sendiri!”
Sambil berkata begitu, Mo Feng perlahan menutup matanya, lalu membukanya kembali.
Saat itu, bola matanya yang tadinya hitam pekat telah berubah menjadi merah, bagaikan dua permata merah yang bersinar aneh di matanya.
Melihat perubahan warna mata Mo Feng yang tiba-tiba itu, si gendut dan Youyou kembali terdiam.
Kemudian Youyou tertawa, “Mo Feng, lensa kontakmu kok bisa begitu ya? Gimana caranya, cukup tutup mata langsung berubah!”
Mo Feng melotot, “Lensa kontak di rumahmu bisa bersinar, ya?”
Youyou memperhatikan lebih dekat, “Iya juga, lensa kontak kan nggak bisa bersinar. Apa ini lensa kontak teknologi terbaru?”
Mo Feng hanya bisa menghela napas, lalu melirik ke si gendut, berharap dia lebih paham.
Siapa sangka, si gendut malah sedang mengorek hidung sambil menahan tawa, seolah berkata, “Lanjutkan saja aktingmu!”
Mo Feng berkata, “Kau juga masih nggak percaya?”
Si gendut menepis kotoran hidungnya dan berkata, “Bro, kau ingat waktu kita ngobrol soal vampir tingkat tinggi? Umumnya warna mata mereka: hitam, putih, abu-abu, kuning, biru, hijau.”
“Aku ingat!” Mo Feng mengangguk.
Si gendut menggerutu, “Ingat kan, dari dulu nggak ada yang merah? Aku juga pernah bilang merah itu tingkat raja vampir. Jangan-jangan kau mau bilang, kau bukan cuma vampir tingkat tinggi, tapi juga raja vampir?”
Menatap tatapan mengejek dan ekspresi menyebalkan si gendut, Mo Feng menjawab dengan serius, “Kudengar... aku memang raja vampir generasi baru~”
“Pfftt~” Si gendut tertawa, lalu maju menepuk bahu Mo Feng sambil berkata,
“Sudah cukup, jangan terlalu mendalami peranmu.”
Saat berkata begitu, dia melihat dua taring tajam di mulut Mo Feng, lalu tertawa, “Wah, gigi palsunya sudah dipasang juga?”
“Aku mau lihat!” Youyou mendekat, membuka mulut Mo Feng, memperhatikan dua taring tajam itu dan berkata, “Seriusan, sejak kapan pasang gigi palsu? Mirip asli banget.”
Sambil berkata begitu, Youyou bahkan menjepit taring itu dengan jarinya, mencoba menariknya, “Palsunya kok kuat banget, kayak asli!”
Mo Feng mengumpat dalam hati, “Ini memang asli...”
“Masih pura-pura, ya? Nih, aku cabut saja!” Youyou semakin keras menarik taring Mo Feng.
Mo Feng membiarkannya. Kalau bisa dicabut, berarti memang hebat!
Setelah beberapa saat berusaha, Youyou menatap Mo Feng tak percaya, “Kenapa taring ini seperti memang tumbuh di sana?”
“Memang tumbuh sendiri, biar aku tunjukkan!” kata Mo Feng. Di bawah tatapan terkejut Youyou dan si gendut, kedua taring itu perlahan menyusut menjadi ukuran normal.
“Gila!” si gendut terpana, lalu melihat bola mata Mo Feng juga perlahan kembali hitam.
“Kau...” si gendut terbata-bata, “Kau benar-benar... vampir...?”
“Ya, aku diubah menjadi vampir bermata merah oleh setetes darah seseorang yang misterius. Dia juga mengatakan, mulai saat itu aku adalah raja vampir yang baru,” Mo Feng mengangguk.
“Ya ampun, aku benar-benar ketemu vampir, dan ini vampir bermata merah yang legendaris? Jadi garis keturunanmu pasti garis keturunan raja vampir, kalau tidak, matamu takkan berwarna merah.”
Si gendut sangat bersemangat, mengelap jarinya yang kotor ke bajunya, lalu mengulurkan tangan hendak berjabat tangan dengan Mo Feng.
Mo Feng dengan jijik menghindar, “Aku sudah jujur, tolong rahasiakan ini. Jangan bocorkan pada siapa pun.”
Youyou mengangguk kaku, masih agak bingung.
Si gendut berkata, “Tenang saja, tapi kalau bertemu dengan ahli ilmu gaib yang hebat, belum tentu mereka tak bisa mengenali kau seorang vampir. Tapi tak masalah, vampir juga punya hak untuk hidup. Selama kau tak berbuat jahat, tak ada satu pun ahli gaib bisa menyerangmu tanpa alasan.”
Mo Feng mengangguk, “Aku tahu, tapi sebisa mungkin jangan sampai identitasku diketahui orang lain.”
“Mengerti. Omong-omong, kalau kau memang punya garis keturunan raja vampir, pasti kau punya banyak kemampuan, kan? Sekarang, seberapa jauh kau paham kekuatanmu sendiri?” tanya si gendut.
Mendengar itu, Mo Feng menjawab, “Selama lebih dari sebulan ini, aku sudah mempelajari dan memahami beberapa kemampuanku. Secara khusus, aku sangat kuat, sangat cepat, tubuhku sulit terluka, bahkan kalau terluka bisa sembuh dengan cepat. Singkatnya, aku abadi. Selain itu, aku bisa terbang, menghilang, dan punya kepekaan sangat tinggi terhadap segala sesuatu di sekitarku. Hanya itu yang aku temukan sejauh ini.”
Si gendut ternganga, “Hanya itu? Kau tahu, kecepatan, bisa terbang, dan menghilang, untuk vampir tingkat tinggi biasa, satu orang saja biasanya hanya punya satu kemampuan. Kau punya semuanya, masih bilang hanya itu...”
Mo Feng hanya tersenyum samar, lalu bertanya pada Youyou, “Bagaimana, setelah tahu aku vampir, kau takut padaku?”
“Kalau seperti di film, bentuknya menjijikkan, kaku, loncat-loncat, mungkin aku takut. Tapi kau, selain punya banyak kekuatan, lainnya hampir sama seperti manusia, jadi aku tidak takut! Lagipula, kau orang baik, kenapa harus takut?” jawab Youyou.
Mo Feng mengangguk, “Gendut, kau di sini saja lindungi dia. Aku tak tenang kalau dia pulang ke asrama, takut si bertopeng menyerangnya.”
“Tenang saja, walaupun aku belum tentu bisa mengalahkan si bertopeng, menahannya masih bisa kok.” jawab si gendut.
Dengan kehadiran si gendut, Mo Feng memang sedikit lebih tenang. Ia lalu menoleh pada Hantu Kepang, “Kau sembunyi saja, kami akan menyelesaikan urusan ini.”
Setelah itu, Mo Feng berjalan menuju gedung sekolah, langsung naik ke atap.
Ia masuk ke ruang kelas yang dulu pernah terbakar, di dalamnya semua normal, hanya ada meja kursi dan barang-barang bekas.
Ia menatap sekeliling, lalu berkata dingin, “Keluar kalian semua!”
Tak ada suara, kelas itu sangat sunyi.
Mo Feng menyeringai dingin, perlahan berjalan mengelilingi kelas.
Mata Mo Feng bisa melihat banyak hal yang tak tampak oleh orang biasa, jadi semua hantu yang bersembunyi di kelas itu tak ada yang luput dari penglihatannya.
Ia perlahan berjalan ke depan papan tulis, tiba-tiba mengulurkan tangan dan mencengkeram papan tulis itu. Begitu tangannya menyentuh papan, ia langsung menarik keluar seorang hantu wanita dari dalam papan tulis dan menggenggamnya erat.
Hantu wanita itu tak lain guru hantu yang dulu. Wajahnya kini penuh ketakutan, lehernya dicekik Mo Feng dan tak bisa melepaskan diri!