Bab Empat Puluh Empat: Sulit Berhenti Meski Ingin
Setelah menenggak bir, Mo Feng tersenyum sambil meletakkan botolnya. Wu Xiong menatap Mo Feng dengan senyum licik, lalu berbalik dan pergi ke samping untuk menikmati sate panggang. Dalam hatinya, ia sangat menantikan saat melihat Mo Feng dan Youyou dipermalukan. Kalau nanti Mo Feng berbuat sesuatu yang buruk pada Youyou, ia bisa menghancurkan reputasi Mo Feng, dan sepertinya Youyou pun takkan mau berurusan lagi dengannya.
Saat itu, si gendut datang membawa tusuk sate, lalu dengan santai mengambil gelas yang tadi sempat diminum Youyou, menuangkan seluruh bir yang tersisa ke mulutnya. Ia lalu bertanya pada Mo Feng, “Tadi anak itu ke sini mau apa?”
Mo Feng melihat si gendut menghabiskan bir itu, tak kuasa menahan tawa. Ia yakin benar bahwa Wu Xiong telah menaruh sesuatu di bir itu, tapi juga percaya Wu Xiong takkan berani meletakkan sesuatu yang membahayakan. Jadi, ia pun tak terlalu khawatir. Lagipula, ia adalah seorang jiangshi, meski si gendut dan Youyou sampai terkena efek buruk, ia masih bisa membantu mereka pulih.
“Pokoknya bukan urusan baik. Kalian jangan jauh-jauh dariku,” ujar Mo Feng.
Tiba-tiba, Youyou mengerucutkan bibir dan berkata, “Kenapa rasanya tubuhku panas, agak melayang-layang...”
“Mo Feng, temani aku ke dalam, aku mau cuci muka,” pinta Youyou.
Mo Feng mengangguk, sudah menduga pasti ada masalah, hanya saja ia sendiri tak bisa merasakannya karena tubuhnya sebagai jiangshi. Ia pun menemani Youyou masuk ke kamar, melihat Youyou mencuci muka di wastafel, lalu berbalik dengan tatapan mata nanar mengarah padanya.
Tak disangka, Youyou melangkah maju dan langsung memeluk Mo Feng, berkata dengan suara manja, “Mo Feng... tubuhku panas sekali, lemas rasanya~”
“Ternyata memang ada yang tidak beres!” Mo Feng buru-buru bertanya, “Kamu nggak apa-apa, kan?”
“Nggak... cuma rasanya... gelisah, sulit dijelaskan...”
Suara Youyou begitu lembut dan menggoda, pipinya menempel ke wajah Mo Feng, napasnya hangat dan harum, seluruh tubuhnya seolah melingkar pada tubuh Mo Feng.
Yang membuat Mo Feng tertegun, tangan lembut Youyou mulai menjelajahi tubuhnya tanpa malu. Mo Feng agak bingung, ini sebenarnya apa? “Kamu benar-benar nggak apa-apa?”
“Nggak apa-apa... gendong aku ke ranjang, aku... nggak punya tenaga~” ucap Youyou manja.
Mendengar itu, Mo Feng segera mengangkat Youyou ke ranjang. Namun, Youyou justru memeluk leher Mo Feng erat-erat, membuat Mo Feng tak bisa bergerak.
“Lepaskan tanganmu, kenapa kamu jadi begini...” Mo Feng mulai panik.
Youyou tak menjawab, wajahnya makin merah, bibirnya juga kering dan terus dijilat. Gadis secantik ini, berbaring sambil menggeliat dan merayu seperti itu, siapa pun pasti sulit untuk menahan diri.
Mo Feng pun demikian. Ia sadar dirinya bukan pria suci yang tahan godaan, sehingga ia pun menelan ludah tanpa sadar. Pada saat itulah, Youyou memeluk leher Mo Feng dan menarik wajahnya mendekat. Bibir mungilnya yang terus dijilat itu hampir saja menempel ke bibir Mo Feng.
Tiba-tiba Mo Feng seperti teringat sesuatu, buru-buru berkata, “Sial, jangan-jangan si brengsek itu menaruh obat perangsang di bir tadi?”
Bukan karena Mo Feng lambat tanggap, tapi ia benar-benar tak menyangka Wu Xiong akan menaruh obat semacam itu. Bukankah dia mengejar Youyou? Mana mungkin ia tega membiarkan Youyou dan Mo Feng...
Tidak, Wu Xiong pasti hanya ingin mempermalukan Mo Feng dan Youyou. Ia takkan membiarkan Mo Feng benar-benar diuntungkan.
Saat ini, kalau Mo Feng dan Youyou benar-benar melakukan sesuatu, Wu Xiong mungkin akan membawa semua teman untuk menggerebek mereka. Setelah itu, reputasi Mo Feng dan Youyou di kampus pasti hancur, dan ia sendiri pun takkan bisa membersihkan namanya.
Tepat sebelum bibir Youyou menyentuhnya, Mo Feng dengan cepat menekan perut bawah Youyou dengan jarinya.
Sekejap kemudian, energi mayat yang lembut mengalir masuk ke tubuh Youyou, menekan efek obat gila itu.
Wajah Youyou yang tadi merah padam, seketika kembali tenang. Ia menatap Mo Feng yang begitu dekat, wajahnya kini justru semakin merah.
“Ini... ada apa ini...” Youyou tampak bingung.
Mo Feng tersenyum dan berkata, “Kamu nggak sadar? Kamu barusan godain aku, lho!”
“Ha?” Wajah Youyou makin merah, “Mana mungkin~”
“Nggak percaya? Kamu masih meluk kepalaku... cepat lepasin, aku nggak bisa napas!” ujar Mo Feng.
Youyou baru sadar, buru-buru melepaskan pelukannya, lalu teringat, sepertinya tadi ia memang sempat bertindak aneh.
“Kok bisa sih?” Jantung Youyou berdebar kencang, tak menyangka dirinya sampai berbuat sejauh itu!
Melihat tingkah Youyou yang lucu, Mo Feng sengaja menggoda, “Mana aku tahu, kamu tadi bilang mau cuci muka, eh malah narik aku ke ranjang. Nggak nyangka kamu tipe yang begini, berani gituan ke aku. Untung aku pakai energi mayat menahan nafsumu, kalau nggak entah apa yang akan kamu lakukan ke aku, hampir aja aku kehilangan kehormatan~”
Youyou menundukkan kepala, “Ah, masa sih... kok aku bisa seberani itu, padahal aku suka kamu... eh bukan, maksudku... ah pokoknya nggak seharusnya begitu!”
Mo Feng sedikit canggung, lalu berkata, “Sudah, aku cuma bercanda kok. Kamu tadi dikasih obat. Aku juga, tapi aku kan jiangshi, jadi nggak mempan!”
“Dikasih obat?” Youyou membelalakkan mata. “Tadi bir dari Wu Xiong itu?”
“Benar, anak itu mana pernah baik tiba-tiba. Aku juga nggak nyangka dia tega pakai obat model begini,” jawab Mo Feng.
Youyou marah, “Dasar brengsek, keluarga Wu Xiong itu memang sering main kotor, semua cara licik dipakai. Tapi yang dia mau bukan beneran biar kita... kan?”
“Benar, tujuannya cuma mempermalukan kita. Dia pasti nggak mau kamu yang secantik ini jatuh ke tanganku,” Mo Feng tertawa.
Wajah Youyou kembali memerah, dalam hati membatin: kalau jatuh ke kamu juga nggak buruk-buruk amat~
“Terus kita sekarang gimana?” tanya Youyou.
Mo Feng menjawab, “Keluar saja, habis ini pasti ada tontonan seru!”
Saat itu, Wu Xiong sedang bersemangat. Ia melihat Mo Feng dan Youyou masuk kamar, artinya rencana berjalan mulus. Tinggal tunggu satu-dua menit lagi, ia akan mengajak orang masuk ke kamar. Dengan begitu, Mo Feng takkan sempat bermesraan, malah akan dituduh macam-macam di depan banyak orang.
Setidaknya, reputasi Mo Feng akan hancur, dan mungkin dia takkan betah lagi di kampus. Itu sudah cukup baginya.
Makin bersemangat, entah kenapa perut bawah Wu Xiong jadi makin panas, tapi ia tak terlalu peduli. Yang penting sekarang segera membawa orang untuk menggerebek!
Saat dirasa waktunya pas, ia berlari ke arah dosen pembimbing, berteriak, “Pak, ada masalah! Mo Feng mencoba memaksa Youyou di kamar, kayaknya mau melakukan kekerasan!”
Begitu mendengar itu, semua mahasiswa yang sedang barbekyu tertegun. Dosen pembimbing pun mengernyit, bertanya, “Kamu ngomong apa? Mereka di mana?”
“Di kamar Youyou!” Wu Xiong tak sabar langsung berlari.
Di belakangnya, semua mahasiswa ikut berlari, beberapa di antaranya sudah tampak marah. Meski tahu Mo Feng dan Youyou dekat, jika Mo Feng benar-benar memaksa Youyou, tentu mereka akan sangat geram.
Namun, saat semua sudah mendekati kamar, Mo Feng dan Youyou dengan tenang melangkah keluar tanpa sedikit pun terlihat panik.
Dosen pembimbing dan semua mahasiswa tertegun, lalu serentak menatap Wu Xiong!