Bab 38: Roh Anak Iblis Bermata Biru
Li Xuanzhi sengaja pulang sangat larut. Koridor terasa sunyi senyap, tidak terdengar suara sedikit pun.
Ia masuk dengan mengendap-endap. Di ruang perawatan khusus nomor 4, Zhu Jun dan Roh Kecil Bai Meiling sudah terlelap. Namun, di dalam benaknya, ia masih terus memikirkan simbol berbentuk ular yang ia temukan di kamar mayat bawah tanah.
Di kehidupan ini, ia seolah telah menyentuh beberapa rahasia yang tidak diketahui orang lain.
"Tok! Tok! Tok!"
Tepat saat Li Xuanzhi sedang melamun, terdengar ketukan pintu yang lemah. Li Xuanzhi merasa heran, "Siapa yang datang selarut ini?"
Ketukan itu masih berlanjut. Tanpa berpikir panjang, Li Xuanzhi membuka pintu. Saat pintu terbuka, sebuah cakar hantu tiba-tiba menyambar, mengarah tepat ke perut Li Xuanzhi.
[Terdeteksi adanya serangan, efek Bayangan Mimpi terpicu, serangan berhasil ditangkis secara otomatis.]
[Efek Serangan Balik Mimpi terpicu, memantulkan 50% kerusakan.]
[Darah berkurang 2000]
Li Xuanzhi melihat sesosok tubuh kecil yang familier menghilang dengan cepat ke arah tangga. Tanpa membuang waktu, ia segera mengejarnya.
Setelah melewati tikungan, Li Xuanzhi berhenti. Seorang anak laki-laki yang menyeramkan sedang berdiri di depannya, seolah telah menunggu cukup lama.
"Kembalikan adikku!" ancam anak laki-laki menyeramkan itu dengan suara kekanak-kanakan.
Saat itu juga, Li Xuanzhi akhirnya tersadar. Bukankah ini kakak yang terus dicari oleh Roh Kecil Bai Meiling? Dialah yang menyerang Zhu Jun tadi malam, hanya saja saat itu Li Xuanzhi hanya melihat bayangan samar, pantas saja ia merasa tidak asing.
Li Xuanzhi merasa sangat penasaran dengan kakak Roh Kecil Bai Meiling. Ia mengaktifkan [Mata Iblis], dan atribut anak laki-laki itu terpampang jelas di matanya.
[Entitas: Roh Kecil Qing Yan]
[Konstitusi: 599]
[Mana: 610]
[Kekuatan: 785]
[Daya Tahan: 420]
[Kelincahan: 1232]
Catatan: Nilai awal entitas biasa adalah 8.
[Keterampilan: Cakar Hantu Kilat, Langkah Sekejap]
[Kekayaan: 0]
Benar saja, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Tampaknya atribut sang kakak sedikit lebih tinggi dari Roh Kecil Bai Meiling, kedua bersaudara ini sama-sama memiliki tipe serangan lincah.
Tangan kanan Roh Kecil Qing Yan diselimuti aura hitam, tampak siap menyerang. Meski Li Xuanzhi memiliki atribut setelan, serangan barusan telah menembus pertahanan pasifnya. Jika pertarungan berlanjut lama, ia pasti bukan tandingan Roh Kecil Qing Yan.
"Kembalikan adikku," ulang Roh Kecil Qing Yan sambil menatap dingin ke arah Li Xuanzhi.
Li Xuanzhi merasa dalam hati, kakak ini tampak terlalu garang, tidak selucu Roh Kecil Bai Meiling. "Adikmu selalu mencarimu."
"Aku tahu, kau mungkin bisa membohongi adikku, tapi tidak denganku. Cepat serahkan adikku!" Setelah berkata demikian, Roh Kecil Qing Yan tidak sabar lagi dan menerjang Li Xuanzhi kembali. Cakar hantunya menyambar ke arah pinggang.
Li Xuanzhi mengerahkan kecepatan maksimalnya untuk menghindar. Ia merasa jengkel, Roh Kecil Qing Yan ini benar-benar keras kepala, main serang tanpa bertanya apa pun.
Melihat serangannya meleset, Roh Kecil Qing Yan terus menyerang. Li Xuanzhi yang tidak ingin bermusuhan, mengaktifkan seluruh efek aktif dari setelannya untuk terus menghindari serangan. Untuk sementara waktu, keduanya tidak ada yang bisa mengalahkan satu sama lain.
Melihat serangannya terus gagal, Roh Kecil Qing Yan mulai cemas dan berteriak dengan suara kekanak-kanakannya. Sosoknya seketika menghilang ke dalam kegelapan, dan Li Xuanzhi tidak bisa lagi merasakan kehadirannya sedikit pun. Di lorong yang sunyi di tengah malam itu, hanya terdengar suara napas Li Xuanzhi.
Tepat saat itu, sosok Roh Kecil Qing Yan muncul tanpa peringatan di belakang Li Xuanzhi. Cakar hantu yang diselimuti aura hitam menusuk keras ke arah punggungnya.
Serangan ini tidak bisa dihindari, Li Xuanzhi menerima serangan itu secara langsung.
[Terdeteksi serangan fatal, efek Penyembunyian Hampa terpicu, mendapatkan buff selama 5 detik yang membuat diri tidak dapat ditarget.]
[Efek Serangan Balik Mimpi terpicu, memantulkan 50% kerusakan.]
[Darah berkurang 5000]
Li Xuanzhi mulai panik, kekuatan Roh Kecil Qing Yan jauh di luar dugaannya. Namun, kini dengan adanya efek Penyembunyian Hampa, ia bisa memanfaatkannya.
Roh Kecil Qing Yan yang menerima dua kali efek Serangan Balik Mimpi juga terluka cukup parah, matanya menatap dengan penuh kewaspadaan.
"Nak, bisakah kita bicara baik-baik? Aku tidak menculik adikmu, dia baik-baik saja di sini," jelas Li Xuanzhi di sela-sela kesempatan.
"Kalian orang dewasa semua pembohong, aku tidak percaya!"
Li Xuanzhi menggeleng pasrah. Tampaknya penjelasan tidak akan berhasil, maka ia pun menyusun siasat, "Bagaimana kalau kita bertaruh? Aku akan berdiri di sini, tidak bergerak, dan membiarkanmu menyerang. Jika dalam 5 detik kau bisa mengenaiku, aku akan mengembalikan adikmu."
"Jika kau tidak bisa mengenaiku, kau harus menyetujui satu permintaanku."
"Ternyata dugaanku benar, kau memang menculik adikku," Roh Kecil Qing Yan merasa curiga, "Apakah ucapanmu bisa dipercaya?"
"Tentu saja, kita bisa membuat Perjanjian Entitas."
Roh Kecil Qing Yan awalnya takut dijebak, namun setelah mendengar ada jaminan Perjanjian Entitas, ia segera setuju.
"Mulai," ucap Li Xuanzhi sambil berdiri diam, bersiap mengaktifkan Penyembunyian Hampa kapan saja.
Roh Kecil Qing Yan tidak terburu-buru menyerang. Ia berjalan mengelilingi Li Xuanzhi beberapa kali, mengamati sekeliling dengan cermat. Tiba-tiba, sosoknya menghilang lagi tanpa peringatan seperti sebelumnya. Saat muncul kembali, lima bayangan sekaligus menyerang Li Xuanzhi secara bersamaan.
Di bawah efek Penyembunyian Hampa, Roh Kecil Qing Yan tentu tidak bisa menargetkan tubuhnya. Situasi yang mendadak ini membuat Li Xuanzhi terkejut, bahkan frekuensi serangan sang lawan semakin cepat.
Hanya dalam lima detik, Roh Kecil Qing Yan menyerang lebih dari sepuluh kali. Li Xuanzhi yang berada di tengah serangan tersebut pun dibuat terpana oleh teknik bertarung yang misterius ini.
Begitu waktu yang disepakati habis, Roh Kecil Qing Yan segera menghentikan serangannya sesuai Perjanjian Entitas, matanya menunjukkan rasa kecewa dan tidak rela, "Kau menang. Katakan, apa yang kau ingin aku lakukan?"
Li Xuanzhi merasa lega, wajahnya memamerkan senyum licik, "Bukan hal besar, mulai sekarang ikuti aku saja."
"Aku tidak punya banyak waktu, minta yang lain."
"Tapi, aku bisa membantumu tiga kali," kata Roh Kecil Qing Yan setelah berpikir sejenak dengan serius.
Li Xuanzhi terdiam, benar-benar sifat anak-anak, seenaknya saja mengingkari janji. "Bagaimana kalau aku mengembalikan adikmu padamu?"
Mendengar itu, mata Roh Kecil Qing Yan berbinar. Sejak ibunya pergi, satu-satunya orang yang ia pedulikan hanyalah adiknya. "Jika kau benar-benar bisa melakukannya, tentu saja tidak masalah."
Li Xuanzhi tertawa lebar, sungguh pucuk dicinta ulam tiba!
"Xiaobai," bisiknya dalam hati. Roh Kecil Bai Meiling yang sedang terlelap seolah mendapat panggilan, seketika muncul di depan mereka berdua.
Melihat tubuh adiknya, sudut mata Roh Kecil Qing Yan perlahan menjadi basah.