Bab 37: Seseorang Datang untuk Menghukummu!
Song Chuman berkata, “Tidak bisa dibiarkan berkeliaran, Ibu sedang hamil, kotoran anak-anak ayam yang dilepas baunya sangat menyengat, gua ini juga tidak terlalu besar, bau busuknya sulit hilang, lagi pula kalau tidak hati-hati, mereka bisa terinjak mati. Untuk sementara kita taruh saja dulu di ember, nanti aku akan pikirkan cara lain.”
Song Chuhuai mengangguk, “Baik, aku ikut saja kata Kakak.”
Tiba-tiba, Song Chuman merasa ada aura tidak menyenangkan datang dari arah tak jauh, ia menoleh cepat dan melihat Song Xiangqian datang dengan marah bersama keluarga cabang kedua.
Dari kejauhan, Song Jujin melihat Song Chuman, lalu tersenyum penuh kemenangan seolah berkata, “Huh, ada yang datang untuk membereskanmu!”
Song Chuman pun mendengus, siapa takut!
Lor Lengying benar-benar suka menyebar gosip, sepertinya sekarang seluruh desa sudah tahu bahwa setelah mereka berpisah rumah, keluarganya langsung membeli banyak barang.
Tak lama, Song Xiangqian membawa rombongan sampai di depan pintu.
Begitu tiba, mereka langsung melihat beragam barang memenuhi lantai dari balik pintu kayu.
Gao Siyue menatap penuh nafsu pada pakaian-pakaian baru itu, sebentar lagi cuaca akan menghangat, dia pun sedang pusing karena tak punya baju untuk dipakai.
Ada juga anak-anak ayam; rumput liar sebentar lagi akan tumbuh, di rumah mereka juga bisa memelihara ayam.
Sementara itu, Song Jujin menatap daging dan tulang dengan air liur menetes, menarik-narik lengan Song Xiangqian sambil menghentak-hentakkan kaki, “Kakek, aku mau makan daging, juga mau minum sup daging. Suruh mereka berikan semuanya pada kita, semuanya!”
Song Xiangqian menepuk punggung tangan cucu tertuanya, memberi isyarat agar tidak terburu-buru, lalu menoleh memandang orang-orang di balik pintu kayu.
Song Chuman merasa muak melihat tingkah Song Jujin, sudah sepuluh tahun usianya, tapi bicara dan tingkah lakunya seperti anak kecil tiga tahun.
Apa otaknya ada benjolan?
Sheng Shuwan melihat Song Xiangqian datang, sementara suaminya sibuk menata barang-barang yang baru dibeli, seolah mengabaikan kehadiran mereka, ia pun tak tahu harus berbuat apa.
Kalau ayahnya saja diam, kedua anaknya tentu tak berani bicara.
Song Xiangqian merasa semua orang mengabaikannya, kontan ia marah.
Melihat sekeliling tidak banyak orang, jadi tak akan membuat cucu tertuanya malu, ia pun berteriak lantang, “Song Dalang, aku tanya padamu, kenapa membiarkan anak perempuanmu memukul keponakanmu? Tahu tidak, Jinbao itu cucu tertua keluarga Song, lebih berharga dari anak-anakmu! Kalau sampai dia celaka, kalian bisa ganti rugi?”
Song Hexiu hendak bicara, tapi Song Chuman lebih dulu menyela, “Kakek, kapan aku memukulnya? Waktu itu semua orang melihat, dia sendiri yang jatuh.”
Song Chuhuai pun membela dengan kesal, “Benar, Kakakku sama sekali tidak menyentuh satu jari pun darinya.”
Song Chuman menahan tawa, memang tidak menyentuh jarinya, cuma sempat menjegal kakinya, menyentuh betisnya.
Song Xiangqian mengernyit, “Kalau kau tidak menyentuh sepupumu, mana mungkin dia jatuh?”
Song Chuman mengangkat alis, “Dia sendiri yang ingin merebut hasil laut kami, tidak berdiri dengan benar, tubuhnya memang lemah, salahku?”
“Kau bilang siapa yang lemah?”
Song Xiangqian sampai marah besar, Song Jujin sudah sepuluh tahun, dua tahun lagi harus mulai mencari calon istri.
Kalau sampai tersebar kabar seperti ini, cucu kesayangannya tidak akan bisa mendapatkan gadis dari keluarga baik-baik.
Siapa yang mau menikah dengan laki-laki sakit-sakitan?
Song Chuman pura-pura polos, “Siapa lagi kalau bukan Song Jujin, Jinbao kesayanganmu, Kakek. Aku cuma kasihan, makanya kuberi tahu, sebaiknya bawa Jinbao-mu itu periksa ke tabib. Hari ini banyak orang yang lihat, anak laki-laki sepuluh tahun, mau memukul aku tapi tak pernah berhasil, malah jatuh berkali-kali, benar-benar seperti orang sakit, loh.”
Kalian fitnah aku Song Chuman si pembawa sial, biar aku kabarkan ke semua orang kalau Song Jujin itu lemah dan sakit-sakitan.
Lagi pula, banyak yang lihat Song Jujin jatuh sendiri, tak perlu takut tak ada yang percaya.