Bab Seratus Dua: Harga
"Kau juga seorang Artisan Spiritual dari Prefektur Tianchi?" Jiang Feng menatap pemuda yang tampak beberapa tahun lebih muda darinya itu dengan heran, lalu berkata, "Baguslah. Karena kau mencari mati, akan kukabulkan keinginanmu."
Setelah pedang terbangnya tadi dihadang, kemarahan Jiang Feng kini beralih sepenuhnya kepada pemuda ini.
Para pemuda dari Prefektur Tianchi merasa sangat terkejut dan mengarahkan pandangan mereka ke arah pemuda itu. Mereka sebenarnya cukup familier dengan Lin Xu. Bagaimanapun, belakangan ini mereka sering melihatnya dan mengetahui bahwa dia juga seorang Artisan Spiritual muda dari Prefektur Tianchi. Namun, karena tingkatannya baru tingkat satu, mereka tidak terlalu memperhatikannya.
Tindakannya yang baru saja menyelamatkan seseorang langsung meningkatkan rasa simpati para Artisan Spiritual Prefektur Tianchi terhadap Lin Xu secara signifikan.
"Lin Xu, jangan bertarung dengannya, kau bukan tandingannya," bujuk Wang Meng. Tadi dia telah bertarung melawan Jiang Feng dan menyadari bahwa kekuatan spiritual pemuda dari Prefektur Xiadong ini tidak kalah dari Artisan Spiritual tingkat dua. Di antara para Artisan Spiritual Prefektur Tianchi, selain Fei Cheng, tampaknya tidak ada yang bisa menandinginya.
"Benar, Saudara Lin Xu, jangan terpancing emosi." Semua orang terus mencoba menghalanginya. Dari kekejaman yang ditunjukkannya tadi, Jiang Feng jelas bukan orang baik-baik. Bisa jadi nanti dia akan melukai Lin Xu dengan parah atau bahkan membunuhnya.
"Sepertinya orang-orang ini tidak ingin ada yang ikut cambur dalam pertarungan ini. Lebih baik kalian tetap mendekam di halaman ini dan tidak usah keluar lagi, atau kalian akan dicaci sebagai pengecut," ejek Jiang Feng sambil tertawa terbahak-bahak.
Perkataannya sungguh memicu amarah. Mereka semua adalah pemuda yang darahnya mudah mendidih. Jika bukan karena keterbatasan kekuatan, mereka pasti sudah menerjang maju tanpa memedulikan apa pun untuk menghajar habis-habisan orang-orang dari Prefektur Xiadong ini.
Namun, di hadapan kekuatan yang mutlak, mereka hanya bisa menelan kemarahan mereka dalam diam.
"Mereka hanya khawatir aku akan bertindak terlalu keras hingga membuatmu sangat malu nanti, dan berharap aku bisa sedikit berbelas kasih padamu," Lin Xu terkekeh. Dia kemudian berjalan ke hadapan Wang Meng dan memungut pedang terbang di dekatnya yang sudah penuh dengan retakan.
"Cih, nanti akan kubuat kau membayar mahal untuk ucapanmu itu," dengus Jiang Feng dingin.
Bum!
Gelombang kekuatan spiritual yang sangat besar tiba-tiba meledak dari dalam benak Lin Xu, lalu menyusup dengan kuat ke dalam pedang terbang tersebut.
Wajah Wang Meng berubah drastis. Di bawah tekanan kekuatan spiritual Lin Xu, hubungan yang terjalin antara dirinya dan pedang terbang itu perlahan-lahan memudar hingga akhirnya terputus sepenuhnya. Lin Xu ternyata telah menghapus jejak spiritual miliknya!
Begitu suatu benda disusupi oleh kekuatan spiritual, benda itu akan memiliki pemilik. Kecuali jika ada Artisan Spiritual yang lebih kuat menggunakan kekuatan spiritualnya untuk menghapus jejak spiritual yang asli, benda tersebut tidak akan bisa digunakan oleh orang lain. Tindakan Lin Xu saat ini membuktikan bahwa kekuatan spiritualnya jauh melampaui Wang Meng.
Hanya dalam sekejap mata, Lin Xu mampu menghapus kekuatan spiritual Wang Meng. Hal ini benar-benar mengejutkan semua orang!
Sesaat kemudian, pedang terbang ini kembali memiliki pemilik baru, dan pemiliknya tentu saja adalah Lin Xu!
Menyaksikan kejadian ini, bahkan wajah Jiang Feng pun sedikit berubah. Kemampuan seperti ini, bahkan dirinya sendiri mungkin tidak akan bisa melakukannya dengan mudah.
Menatap Lin Xu, ekspresi Jiang Feng berubah menjadi serius. Tatapan meremehkan yang ditunjukkannya tadi langsung sirna. Meski begitu, dia tetap yakin tidak akan kalah dalam pertarungan ini. Bagaimanapun, kekuatan spiritualnya diakui sebagai peringkat kedua di kalangan generasi muda Artisan Spiritual Prefektur Xiadong!
Sejak kecil dia selalu dijuluki sebagai seorang jenius, yang membuatnya memiliki sifat yang cukup angkuh. Karena itu, meski dia mengakui kekuatan spiritual Lin Xu lumayan, dia merasa pemuda itu belum mencapai tingkat yang setara dengannya.
"Bocah, matilah!" teriak Jiang Feng dengan kilatan niat membunuh yang dingin di matanya. Dia melepaskan gelombang kekuatan spiritual yang kuat dari benaknya. Seketika itu juga, pedang terbangnya melayang ke udara, memancarkan kilatan cahaya dingin, dan melesat ke arah Lin Xu dengan kecepatan yang membelah udara. Ujung pedang itu mengarah tepat ke titik vital tubuh Lin Xu.
Menghadapi pedang terbang lawan, Lin Xu sama sekali tidak menghindar. Dia dengan santai menarik seutas kekuatan spiritual dari cahaya gemilang di dalam benaknya, lalu mengendalikan pedang terbangnya untuk menangkis serangan tersebut.
"Hmph, lumayan, tapi ini belum cukup!" raung Jiang Feng saat melihat Lin Xu berhasil menangkis serangannya. Pedang terbangnya pun mulai berputar dengan cepat.
Para Artisan Spiritual dari Prefektur Xiadong yang melihat hal ini langsung menyunggingkan senyuman. Berdasarkan pengetahuan mereka, serangan ini pasti akan melukai Lin Xu dengan parah.
Pada saat ini, melihat pedang terbang yang berputar ke arahnya, sudut bibir Lin Xu juga mengukir senyuman. Berbeda dengan senyum orang-orang itu, senyuman Lin Xu tampak sarat akan ejekan.
"Saudara Lin Xu, hati-hati!" teriak orang-orang memperingatkan saat melihat momentum ganas dari Jiang Feng. Hanya Han Xiaoqi yang tetap tenang tanpa ada rasa khawatir sedikit pun. Di balik parasnya yang cantik tiada tara, matanya memancarkan binar ketertarikan seolah sedang menonton sebuah pertunjukan yang menarik.
Pedang terbang itu melesat. Meskipun bilahnya penuh dengan retakan, tidak ada yang bisa mengabaikan aura tajam dan mendominasi yang terpancar darinya. Pedang itu langsung menghantam dengan keras pedang terbang berputar milik Jiang Feng yang tampak sangat kuat.
Boom!
Kedua pedang terbang itu saling bertabrakan, seketika menimbulkan suara benturan dahsyat yang memekakkan telinga.
Krak!
Di tengah kepanikan dan keterkejutan semua orang, pedang terbang milik Jiang Feng hancur berkeping-keping, sementara pedang terbang milik Lin Xu masih melayang dengan tenang di udara.
Pfft!
Saat pedangnya hancur, pikiran Jiang Feng berdengung hebat, bahkan sempat menjadi kosong sesaat. Tubuhnya terpental ke belakang layaknya peluru meriam. Selagi melayang di udara, darah segar menyembur keluar dari mulutnya sebelum akhirnya dia jatuh tersungkur dengan keras di tanah, terseret hingga meninggalkan bekas goresan panjang sebelum akhirnya tubuhnya berhenti bergerak.
"Ini...?" Para Artisan Spiritual Prefektur Tianchi menatap dengan mata penuh ketidakpercayaan. Sangat sulit bagi mereka untuk memercayai bahwa Lin Xu dapat menghancurkan pertahanan Jiang Feng dengan begitu mudah dan menyelesaikan pertarungan dengan sangat cepat...
Artisan Spiritual tingkat satu? Apakah dia benar-benar hanya tingkat satu?
Pertanyaan itu terus berputar di dalam benak semua orang saat mereka menatap Lin Xu dengan tatapan penuh keheranan.
Beberapa orang dari Prefektur Xiadong bahkan lebih terkejut lagi. Sorot mata mereka kini dipenuhi oleh rasa takut yang mendalam. Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa hari ini Jiang Feng akan kalah, dan kalah dengan begitu mengenaskan!
"Hehe, mungkin inilah harga yang harus kubayar seperti yang kau katakan tadi. Tapi harga ini, ckck, terlalu mahal!" Lin Xu berjalan ke hadapan Jiang Feng dan sengaja mengejeknya. Penghinaan yang dilontarkan Jiang Feng terhadap seluruh Prefektur Tianchi tadi adalah sesuatu yang tidak bisa ditoleransi oleh Lin Xu. Setelah mengucapkan kata-kata itu, Lin Xu perlahan pergi bersama Han Xiaoqi, meninggalkan semua orang dalam keadaan terpaku karena terkejut.
Pada saat itu, seluruh halaman menjadi sunyi senyap!