Seratus Lima Puluh Delapan: Siang Hari
Heisenberg tidak menanggapi perkataan Clark. Ia melangkah perlahan demi perlahan keluar dari lorong tersebut.
Para robot yang dilewatinya serentak mengubah arah dan terus menatap ke arahnya.
Nuansa mekanis yang begitu seragam itu membuat warga Metropolis yang mulai dapat melihat sosok Heisenberg dengan jelas menjadi gemetar tak terkendali.
Diiringi suara langkah kaki yang ringan namun terasa begitu berat, Heisenberg akhirnya keluar dari kapal luar angkasa, berdiri di hadapan Clark, sekaligus menampakkan diri di hadapan seluruh warga Metropolis.
Pada detik itu, tak terhitung banyaknya warga yang menarik napas dalam-dalam. Mantel Heisenberg dan aura tak kasat mata di tubuhnya berpadu tanpa suara dengan citra sang godfather di dalam hati setiap warga Amerika.
Mereka menyaksikan Heisenberg mengulurkan tangan kanannya, dan seketika sebuah tombak yang memancarkan nyala api muncul di genggamannya.
Di tengah ekspresi warga yang dipenuhi keterkejutan, Heisenberg mengetukkan tombak itu dengan lembut ke permukaan tanah.
Bummm!!!
Dalam sekejap, api menyebar melingkar seperti riak air dari titik tumpu Gungnir.
Nyala api itu melompati kerumunan warga yang tak terhitung jumlahnya, bahkan menyelimuti kamera-kamera yang digunakan warga untuk merekam.
Baik para penonton di depan televisi maupun warga yang hadir di lokasi, mereka mundur satu langkah secara bersamaan.
Namun, jilatan api yang merayap di permukaan kulit mereka itu sama sekali tidak melukai mereka!
Saat mereka diliputi kebingungan, Heisenberg mulai berbicara.
Terlihat ia merentangkan kedua tangannya, lalu menunjukkan senyuman tipis yang hampir tidak terlihat kepada semua orang.
"Aku sangat senang bisa terbangun dari tidur panjangku, maka aku persembahkan siang hari bagi kalian sekalian."
Begitu kalimat itu selesai diucapkan, cahaya api yang menyelimuti separuh bumi bergetar hebat.
Kemuadian, padahal belahan bumi tempat Amerika berada saat itu masih diselimuti malam, langit tiba-tiba memancarkan cahaya terang kembali.
Hari sudah siang!!!
Tidak perlu Gungnir bertindak sebagai matahari kedua, dan tidak perlu ada benda langit apa pun yang bersinar di atas sana.
Sebagai dewa yang menguasai surga dan cahaya, selama Heisenberg menghendakinya, dialah matahari itu sendiri!
Seluruh rakyat Amerika mendadak bergemuruh pada detik itu. Tak terhitung banyaknya orang yang terbangun dari tidur mereka, menatap ke arah ufuk dengan perasaan bingung sekaligus terkejut.
Adapun mereka yang sejak awal tidak beristirahat dan terus memantau siaran langsung tentang Heisenberg, justru langsung memuji dan memuja dengan penuh kekaguman.
Bahkan, banyak orang yang fanatik secara religius berlutut dengan sukacita pada saat itu.
Alasan mereka berlutut bukan sekadar rasa hormat kepada dewa; lebih banyak dari mereka yang sedang bertobat. Mereka harus bertobat, dan mereka sama sekali tidak berani untuk tidak bertobat!
Dan bagi mereka yang tidak berlutut kepada Heisenberg...
Sama seperti warga yang saat ini berkumpul di sekitar kapal luar angkasa Heisenberg, mereka telah kehilangan kemampuan untuk berlutut sejak lama.
Kekuatan Heisenberg jauh melampaui sekadar kekuatan murni yang pernah ditunjukkan oleh Superman!
Siang hari yang tercipta dari manipulasi aturan tersebut membuat mereka kehilangan seluruh tenaga. Mereka hanya bisa menatap Heisenberg dengan tatapan kosong, dan sosok Heisenberg itu, dikhawatirkan tidak akan pernah hilang dari benak mereka lagi.
Jauh di jarak ribuan kilometer, di ruang rapat komando kepresidenan, Presiden Amerika Serikat saat itu berdiri dengan tatapan kosong.
Ia mengulurkan tangan kanannya dengan gemetar, lalu meletakkannya dengan lembut di atas dadanya.
"Tuhan memberkati Amerika, tetapi bagaimana seharusnya kita menghadapi dewa yang sesungguhnya..."
Di belakang Superman, penanggung jawab yang berada paling dekat dengan kapal luar angkasa tersebut membelalakkan matanya, menatap ke segala arah dengan tegang.
Padahal tidak ada matahari di langit, tetapi segala sesuatu yang bisa ia lihat tampak seperti suasana di siang hari!
Ia melihat para prajurit di belakangnya menurunkan senjatanya dengan gemetar, ia melihat banyak polisi yang bahkan membungkukkan badan, ia melihat para warga mendapatkan kembali tenaga untuk bergerak, namun tenaga itu justru membuat tubuh mereka membungkuk semakin rendah.
Membalikkan badan, penanggung jawab itu menatap Heisenberg. Kedua matanya dipenuhi dengan rasa takut dan penyesalan yang mendalam.
Sepuluh menit yang lalu, dia sebenarnya berniat untuk mengepung seorang dewa yang sesungguhnya?
Ya Tuhan, apakah dia matahari, ataukah dia sebenarnya adalah Engkau?
Dia berfirman, jadilah terang, maka dunia kita pun menjadi terang!
Tetapi apa sebenarnya yang dia inginkan?
Diliputi rasa takut yang teramat sangat, penanggung jawab itu menggenggam ponselnya erat-erat.
Situasi saat ini sudah bukan lagi sesuatu yang bisa ia tentukan. Dirinya sekarang sama sekali tidak ada bedanya dengan orang-orang di jalanan.
Karena bahkan jika ia memberikan perintah untuk menyerang Heisenberg, tidak akan ada seorang pun di tempat kejadian yang mendengarkannya!
Pada saat yang sama, di tanah suci milik Tuhan yang kuno ini, tak terhitung banyaknya para tokoh kuat yang mengangkat kepala mereka.
Diana, yang baru saja mengantar Lois pulang ke rumah dan bahkan belum sempat mengucapkan selamat tinggal, menatap dengan penuh kegembiraan ke arah luar ruangan tempat siang hari yang begitu hangat menyambutnya.
Bruce, yang sedang berbincang dengan Alfred di Wayne Manor, berdiri karena terkejut, lalu berlari tergesa-gesa menuju batcave miliknya, menuju ke konsol pengendali tiga satelit milik perusahaannya.
Di tengah samudra, seorang pria bertubuh kekar dengan seluruh tubuh penuh tato muncul ke permukaan air dengan ekspresi terkejut.
Sementara di dasar laut yang kedalamannya mencapai puluhan ribu meter di bawahnya, sang putri berambut merah meninggalkan istana dengan perasaan heran, melesat langsung menuju permukaan laut yang seharusnya tidak bersinar pada saat seperti ini.
Di dalam istana, pewaris takhta terbangun dari tidurnya karena terkejut. Memanfaatkan cahaya matahari tersebut, ia mengumpulkan para pengikutnya dan menyebarkan ajaran sesat bahwa umat manusia harus menggunakan senjata tenaga surya untuk membunuh mereka.
Ia menginginkan perang.
Namun, menteri di sisinya yang selalu tenang justru menatap ke langit dengan penuh kekhawatiran.
Di saat ketujuh lautan masih belum bersatu seperti sekarang, daratan kembali memunculkan sosok kuat yang baru!
Mungkinkah dari bangsa dewa purba yang dahulu pernah ditantang bersama oleh bangsa Amazon dan Atlantis, ada lagi yang terbangun?
Ia merasa khawatir, sebab yang ia inginkan adalah perdamaian.
Di Themyscira yang berada tak jauh dari sana, sang ratu menatap ke langit dengan penuh takjub. Di dalam cahaya matahari yang menembus kegelapan di mana-mana ini, ia merasakan kekuatan dewa yang melimpah ruah, serta semangat tak terkalahkan yang terkandung di dalam kekuatan tersebut.
Pada saat itu, ia dengan penuh sukacita mengira bahwa dewa mereka telah kembali!
Berbeda dengan sang ratu, makhluk-makhluk berdarah dingin tidak merasakan kegembiraan apa pun dari cahaya ilahi tersebut.
Para cyborg yang bersembunyi di apartemen Metropolis mendapati pikiran mereka terus-menerus memancarkan peringatan bahaya.
Dahulu pikiran aslinya mengendalikan tubuhnya, tetapi saat ini bagian cyborg-nya untuk sementara waktu mendominasi kesadarannya.
Tubuh barunya merasa ketakutan, yang juga berarti Mother Box yang ia simpan di gudang turut merasakan ketakutan yang sama.
Di Star City, sang pemuda kaya melepas pakaian hijaunya dengan tatapan kosong dan meletakkan busurnya.
Ia keluar dari ruang rahasianya, berjalan menuju rumah, dan menatap dengan cemas ke arah adiknya yang sedang menikmati kehangatan sinar matahari.
Adiknya merasa gembira karena kemunculan siang hari yang mendadak itu, tetapi sebagai seorang kakak, yang ia rasakan hanyalah kecemasan.
Namun, orang-orang di Gotham yang hidup di bawah bayang-bayang kejahatan tidak merasakan kecemasan seperti itu.
Penguin menarik tirunya dengan perasaan jengkel. "Para monster selalu muncul dengan cara seperti ini, dan selalu menghilang dengan cara seperti itu pula, dan Gotham akan tetap menjadi Gotham!"
Riddler menatap ke langit dengan penuh antusias. "Hal apa yang bisa membuat malam bersinar cemerlang bagaikan siang hari? Teka-teki ku bertambah satu lagi!"
Deathstroke menghunus pedangnya seperti biasa; cahaya matahari tidak akan menjadi halangan baginya untuk membunuh.
Dan Joker...
Senyuman Joker tampak begitu cemerlang dan penuh kegirangan.
"Sungguh indah..."
Ia menari di bawah sinar matahari mengikuti irama degup di dalam hatinya. Tak seorang pun yang berani mengganggu antusiasme dan kegembiraannya, hingga akhirnya ia mengucapkan kata-kata yang keluar dari lubuk hatinya yang paling dalam.
"Aku suka dunia ini menjadi tidak biasa, tidak peduli betapa tidak biasa pun dunia itu."
Sambil bernyanyi, ia mengeluarkan pistol yang telah menemaninya cukup lama, lalu menembak kepala pengikutnya yang berada tidak jauh darinya.
Melihat darah yang tidak biasa di bawah sinar matahari, ia merasa warna darah itu sungguh luar biasa indah.
Itu adalah warna kesukaannya~~.
Adapun Heisenberg, yang telah lama menjadi pusat perhatian seluruh dunia, menyimpan tombaknya, melangkah melewati Superman, dan menatap ke arah setiap pasang mata yang penuh penantian terhadapnya.
Terlihat ia merentangkan kedua tangannya, seolah-olah sedang memeluk seluruh dunia, lalu mengangguk kepada setiap orang yang memerhatikannya.
"Aku kembali!"
"Aaaaaahhhhh!!!"
"Ya Tuhan, ya Tuhan!!!"
"Luar biasa!!!"
"Matahariku!"
"Dewa, Engkau telah kembali!"
"Aku benar-benar tidak menyangka bisa menyaksikan hari ini, aku tidak menyangka, sungguh tidak menyangka sama sekali!!!"
"Aaaaaahhhhhh!!!"
Hanya dengan sepatah kata, semua orang yang dapat melihat Heisenberg mendadak menjadi begitu bersemangat bagaikan orang kesurupan. Tak seorang pun tahu mengapa mereka bisa begitu antusias!
Mengapa bisa begitu?
Mendengarkan kota Metropolis yang sepenuhnya diliputi oleh suara kerumunan, mendengarkan bumi yang dikelilingi oleh gelombang kegembiraan.
Merasakan segala sesuatu yang ada di planet ini, Heisenberg menunjukkan senyuman penuh pengertian!
Entah karena asal-usul tubuhnya yang membuatnya seolah menemukan perasaan seperti di rumah sendiri di alam semesta DC.
Atau mungkin karena berhasil mengalahkan musuh yang hampir merenggut nyawanya, sehingga membangkitkan kembali gairahnya untuk bertarung.
Pada saat ini, Heisenberg yang berdiri tegak di atas bumi ini bahkan merasa jauh lebih lega daripada saat ia kembali ke Earth Prime di masa lalu.
Ia akhirnya memperoleh pencerahan, setelah ia melepaskan kehidupannya di masa lalu, menciptakan kembali jati dirinya yang independen, lalu mengirimkannya kembali ke masa lalunya.
Hatinya sempat kehilangan tempat bersandar untuk sementara waktu!
Namun pada saat ini, di dalam multiverse yang dipenuhi dengan tak terhitungnya kehidupan dan kisah, ketika ia kembali ke dunia DC, ia benar-benar telah pulang ke rumah!
Terlihat ia menepuk telapak tangannya dengan lembut, kehangatan yang tak kasat mata menyapu tubuh setiap orang bagaikan angin musim semi.
Orang-orang yang berteriak histeris karena kegirangan terpikat oleh energi tersebut, hingga perlahan-lahan menghentikan suara mereka.
Mengikuti sensasi kehangatan yang menyelimuti seluruh tubuh, mereka menatap ke arah matahari yang berada di pusat kerumunan.
Dan ketika Heisenberg merasa dunia telah cukup tenang, ia menurunkan kedua tangannya dan memasukkan tangannya ke dalam saku celana bahan panjangnya.
Mantel di belakangnya berkibar ditiup angin, mengeluarkan suara berkibaran yang nyaring.
Sementara itu, di bawah tatapan penuh pemujaan dari semua orang, ia berkata dengan lembut.
"Aku sangat senang setelah tertidur selama puluhan ribu tahun, aku masih bisa melihat manusia di bumi, masih melihat kalian.
Maka mulai sekarang, aku ingin mengumumkan kepada kalian yang beruntung ini, bahwa kalian kembali menjadi milikku."
Begitu kalimat itu selesai diucapkan, tak terhitung banyaknya orang membelalakkan mata mereka. Tidak peduli gagasan apa pun yang pernah tersimpan di dalam hati mereka, saat ini mereka tetap tidak dapat menyembunyikan rasa lega yang muncul secara misterius di lubuk hati mereka.
Meskipun mereka sendiri tidak tahu mengapa harus merasa begitu bersemangat.
Di tengah gelombang kegembiraan mereka yang perlahan mencapai puncaknya, Heisenberg mengulurkan tangan kanannya dan menunjuk ke arah Benteng Krypton di belakangnya.
"Aku terbangun dari tempat itu, maka tempat itu akan menjadi kediamanku yang baru. Aku tidak akan meninggalkan kalian lagi."
"Aaaaaah!!"
"Tuhan!!!"
"Aku benar-benar tidak percaya, Metropolis sungguh sangat diberkahi!"
"Ya Tuhan!!!"
Kosakata para warga telah lama habis. Betapa pun antusiasnya mereka, sangat sulit bagi mereka untuk mengucapkan kata-kata lain.
Mendengarkan teriakan luapan emosi dari para warga, Heisenberg menunggu mereka sambil tersenyum.
Kali ini suara tersebut berlangsung cukup lama, hingga orang-orang secara spontan menutup mulut mereka, dan suara itu perlahan-lahan mereda.
Heisenberg berdiri tegak di tengah kerumunan, pandangannya tertuju ke luar lautan bintang.
Sementara orang-orang menatap ke arahnya, dan lebih jauh lagi, menatap dunia yang mahabesar serta cahaya cemerlang yang terpancar dari kedua matanya.
Namun orang-orang tidak tahu, pandangan Heisenberg telah lama melompati mereka dan tertuju pada seluruh dunia saat ini.
Tiba-tiba, seluruh kemampuannya seolah-olah mengalami sublimasi. Kekuatan dewa yang tak berujung mengalir keluar dari bagian dirinya yang merupakan seorang dewa.
Keyakinan dari segala makhluk membuat pandangannya terus membumbung tinggi. Ia seolah melompati masa kini, melompati masa lalu, dan bertatap muka dengan masa lampau serta masa depan yang tak terhingga jauhnya.
Dalam lamunannya, ia samar-samar mengerti bahwa itulah sudut pandang seorang dewa.
Itu adalah sudut pandang Tuhan, sudut pandang Satan, sudut pandang OAA, sudut pandang Gaia dan Pangu.
Bahkan itu adalah sudut pandang masa depannya, sudut pandang Heisenberg.
Maka ia mengangguk kepada semua orang.
Pada detik ia mengangguk, orang-orang yang sedetik sebelumnya tidak dapat melihatnya dengan jelas, tiba-tiba melihat dengan kaget bahwa Dia sudah berada tepat di hadapan mereka.
Orang-orang menyambut cahaya di hadapan mereka, berusaha keras menatap wajah-Nya.
Dan Dia, menyambut tatapan penuh damba dari orang-orang tersebut, lalu berbisik dengan lembut.
"Aku adalah Heisenberg."