Taman Rahasia
Seluruh Gedung Gu An Tang tampak seperti mesin yang baru saja diputar, di mana-mana tampak berkas-berkas menumpuk setinggi gunung dan suara hak sepatu tinggi yang berdetak-detak berirama. Sepanjang waktu, Xia Chuyu terus menghafal berbagai tata tertib Gu An Tang, misalnya area mana saja yang hanya bisa dimasuki dengan kartu akses. Jika harus ke bagian radiologi di lantai bawah untuk mengambil obat atau laporan pemeriksaan, wajib mengenakan pakaian anti radiasi. Namun yang paling aneh adalah: kamar paling ujung di lantai 8 Gedung F merupakan tempat terlarang yang tak boleh dimasuki siapa pun. Jika ada yang nekat masuk tanpa izin, akan langsung dipecat.
“Semakin dilarang, aku malah makin ingin tahu seperti apa di dalamnya,” keluh Lin Yuqi. Usai mengomel, ia menurunkan sedikit kaca matanya yang besar, lalu menurunkan suara dan bertanya pada Chuyu, “Tadi saat kamu mengikuti Nian Xiao, kamu sadar nggak kalau merek sepatu hak tingginya itu Chanel?”
Xia Chuyu sebenarnya tidak memperhatikan apakah sepatu hak tinggi itu merek Chanel atau bukan. Namun setelah diingatkan Lin Yuqi, ia jadi merasa bahwa para pegawai perempuan di Gu An Tang bukan hanya cantik, tapi juga semuanya seperti model yang selalu mengikuti tren mode terkini.
Lin Yuqi melanjutkan obrolannya dengan semangat, “Kuberitahu saja, jangan sampai kamu terlalu dekat dengan Kak Maggie yang sering disebut Nian Xiao. Katanya semua orang di Departemen QA pernah dimarahi sampai menangis olehnya! Julukannya saja ‘Biksuni Pemusnah’!”
“Biksuni Pemusnah?” Chuyu tak kuasa menahan tawa.
Beberapa rekan kerja yang mendengar kalimat itu sempat melirik ke arah mereka, namun hanya sebentar sebelum kembali sibuk dengan urusan masing-masing.
Lin Yuqi mengangguk dengan wajah serius, “Setiap musim pasti ada yang ‘dimusnahkan’! Katanya, setiap akhir kuartal, satu orang magang dengan performa terburuk dipecat. Hanya satu orang QA dan satu orang QC yang mampu bertahan sampai akhir yang boleh diangkat jadi pegawai tetap!”
Seorang gadis yang sedang menuang air di dispenser memperhatikan percakapan itu, tepat saat sinar matahari dari jendela menyorot bulu mata Chuyu. Lesung pipinya perlahan menghilang dari pipi, namun seperti jejak air tipis yang tertinggal setelah angsa berenang.
“Hei, Yi You, airnya sudah penuh,” seseorang mengetuknya dengan tumpukan berkas.
Gadis berambut pendek itu baru sadar dan bergumam pelan, “Oh.”
Chuyu penasaran, “Kok kamu bisa tahu semua itu?”
Lin Yuqi mengangkat dagunya dengan ekspresi sedikit angkuh. Meski tak berkata langsung, jelas sekali maksudnya: “Tentu saja aku tahu segalanya.”
Tak butuh waktu lama bagi Chuyu untuk mengerti bahwa “Ratu Gosip” Lin Yuqi memang rela mengorbankan segalanya demi berita-berita hangat.
Jumat seusai makan siang, Lin Yuqi menyeret Xia Chuyu berkeliling di dalam kantor.
Hingga akhirnya mereka sampai di lantai 8 Gedung F, Chuyu merasakan tubuhnya seperti tersengat listrik begitu keluar dari lift. Ia segera menahan langkah Lin Yuqi, “Itu area terlarang, kita sebaiknya kembali.”
“Yah, justru karena area terlarang tidak ada orang, makanya cocok buat tidur siang,” balas Lin Yuqi santai.
Chuyu tidak mau melanggar aturan, ia pun berpisah jalan dengan Lin Yuqi. Sayangnya, lantai ini didesain begitu rumit, hanya dalam satu menit Chuyu sudah kehilangan jejak Lin Yuqi.
Ia sendiri tidak tahu sudah berapa lama mondar-mandir di lantai itu, sampai akhirnya terdengar suara langkah kaki dan percakapan dari kejauhan yang semakin mendekat. Dalam kepanikan, Chuyu terus mundur, lalu saat menengadah, ia sadar—sial! Justru dirinya sendiri yang tanpa sengaja memasuki area terlarang itu!
Tidak ada ruang lain untuk bersembunyi, sementara beberapa orang itu hampir berbelok dan melihatnya. Dengan nekat, Xia Chuyu memutar gagang pintu dan segera masuk ke dalam.