Bab Sepuluh: Lelang Tingkat Bumi
"Rekan-rekan sekalian, terima kasih telah menunggu! Aku Ouyang Xi, pemimpin pelelangan tingkat bumi kali ini. Karena semua sudah masuk, maka aku umumkan, pelelangan tingkat bumi dari Sekte Jin Kui kali ini, dimulai!"
Setelah menunggu cukup lama, Cheng Yun melihat seorang pria berjubah biru dengan tusuk rambut giok muncul di atas panggung pelelangan. Begitu ia muncul, seluruh ruangan langsung ramai oleh bisikan para hadirin.
"Kali ini pembawa acaranya adalah Ouyang Xi. Nona besar, kau tidak salah datang, selama dia yang memimpin, pasti akan ada harta luar biasa yang muncul. Meski tingkatnya sedikit lebih rendah, untuk para kultivator tahap Qi Yuan, benda itu tetap barang berharga," ujar lelaki tua berjubah hitam di samping Meng Yao dengan suara pelan setelah melihat kemunculan Ouyang Xi.
"Kakek Ketiga, siapakah Ouyang Xi itu? Apakah kekuatannya sangat tinggi?" tanya Meng Yao pada lelaki tua berjubah hitam itu. Ia jarang sekali mendengar lelaki tua itu memberikan penilaian tinggi pada seseorang.
Lelaki tua berjubah hitam menunjuk Ouyang Xi di atas panggung dan menjawab, "Kekuatan orang itu sebenarnya hanya puncak tahap Qi Yuan, tapi ia sudah membentuk kelima bilah energi. Saat ini, dia sudah menjadi kultivator lima bilah."
Meng Yao bertanya dengan bingung, "Meskipun dia sudah lima bilah, itu tidak cukup untuk membuat Kakek Ketiga begitu memperhatikannya."
Lelaki tua berjubah hitam mengangguk dan melanjutkan, "Bakatnya dalam berkultivasi sebenarnya biasa saja, sudah lebih dari lima puluh tahun pun ia hanya di tahap Qi Yuan lima bilah. Itu pun berkat dukungan besar dari Sekte Jin Kui serta tak terhitung banyaknya pil yang dikonsumsinya. Namun, meski ia kurang tekun dalam berkultivasi, penglihatannya sangat tajam. Untuk benda-benda tahap Qi Yuan bahkan tahap Ning Xing, dia tidak pernah salah menilai. Bahkan beberapa kultivator tahap Hao Yue atau Jiao Yang pun kalah dalam hal ini. Karena itulah dia ditunjuk sebagai pemimpin pelelangan. Kemunculannya menandakan akan ada harta yang bahkan bisa membuatnya terkesima."
"Begitu rupanya, ternyata ia memang memiliki keunikan tersendiri. Tidak heran Kakek Ketiga menilainya demikian. Hanya saja, tidak tahu apakah kali ini ada barang yang cocok untukku," ujar Meng Yao sambil menatap Ouyang Xi, matanya penuh harap.
"Ouyang Xi!"
Cheng Yun menggumamkan nama itu dalam hati. Dari percakapan Meng Yao dan lelaki tua tadi, ia mendapat sedikit gambaran tentang Ouyang Xi. Sebelumnya ia juga pernah mendengar dari Wei Ji bahwa Ouyang Xi adalah salah satu dari tiga pelelang tingkat langit di Kota Jin Kui yang kekuatannya belum mencapai tahap Hao Yue.
"Jika harta yang muncul kali ini berguna bagiku, aku akan menghabiskan semua batu spiritual untuk membelinya. Jika masih kurang, aku akan gadaikan semua benda artefak milik Di Lang," Cheng Yun membulatkan tekadnya setelah melihat kemunculan Ouyang Xi.
"Rekan-rekan sekalian, sebelum pelelangan dimulai, seperti biasa, aku ingin mengingatkan. Setiap barang lelang telah aku beri segel khusus. Kekuatanku memang hanya lima bilah, tapi aku ahli dalam seni penyegelan. Jika kekuatan kalian belum mencapai enam bilah, sebaiknya jangan coba-coba merebut barang lelang secara paksa," seru Ouyang Xi. Setelah kata-kata itu terucap, sebagian besar hadirin tetap tenang. Mereka sudah sering mengikuti pelelangan yang dipimpin Ouyang Xi dan paham betul dengan aturan itu.
Namun, Cheng Yun dan para kultivator lain yang belum pernah ikut pelelangan sebelumnya mulai memandang Ouyang Xi secara berbeda. Cheng Yun bahkan memperhatikan, setelah berkata demikian, Ouyang Xi sempat menatap lelaki tua berjubah hitam selama sesaat.
Hal ini membuat Cheng Yun menduga-duga kekuatan lelaki tua itu. Di kota luar Jin Kui, tidak diizinkan ada kultivator tahap Ning Xing. Di pintu masuk pelelangan pun ada penjaga khusus yang memeriksa kekuatan setiap kultivator. Jadi, menurut Cheng Yun, lelaki tua itu bukan di tahap Ning Xing, melainkan enam bilah. Dengan kekuatan itu, ia bisa masuk ke pelelangan dan mendapat perhatian dari Ouyang Xi.
"Rekan-rekan sekalian, barang pertama yang dilelang adalah peta sebuah tempat aneh. Di sana sering ditemukan binatang buas, dan yang terkuat sudah memiliki tiga sisik iblis. Tempat ini juga terdapat buah Hong Xi yang dapat meningkatkan kekuatan serta energi Yin Han yang melimpah. Jika ada yang ingin meningkatkan kekuatan atau berlatih teknik Yin Han, tempat ini adalah kesempatan besar. Hanya Sekte Jin Kui yang mengetahui lokasi ini. Setelah barang ini dimenangkan, Sekte Jin Kui tidak akan masuk lagi dan akan memasang formasi di sekitar untuk mencegah orang lain masuk. Namun, pemenang lelang harus melaporkan kondisi detail tempat itu setelah kembali. Harga awal satu juta batu spiritual, kenaikan minimal lima ratus ribu," seru Ouyang Xi.
Ouyang Xi mengangkat selembar peta kulit binatang yang diselimuti kabut sehingga tak terlihat jelas. Setelah ia selesai bicara, beberapa kultivator langsung berebut harga. Dalam waktu singkat, harga sudah naik menjadi lima juta.
"Tempat ini tidak terlalu berguna bagiku, aku tidak perlu ikut lelang peta ini. Tapi di pelelangan ini, batu spiritual seperti tak ada harganya. Mungkin seribu batu spiritual kelas atas yang kusiapkan pun masih kurang," gumam Cheng Yun, sedikit khawatir melihat persaingan harga.
"Tempat seperti itu bisa disebut istimewa? Sungguh mengecewakan!" sindir Meng Yao, mengira Cheng Yun berminat pada peta itu tapi kekurangan batu spiritual.
Mendengar suara Meng Yao, Cheng Yun mendapat ide, mungkin ada cara untuk mendapatkan banyak batu spiritual agar bisa membeli barang yang diinginkannya.
Sementara Cheng Yun berpikir, barang pertama akhirnya dimenangkan oleh seorang kultivator bertelinga besar dengan harga tujuh juta batu spiritual.
"Barang kedua adalah harta yang sangat kusukai, sebuah pedang panjang. Ini adalah artefak tingkat puncak Yuan, bisa digunakan untuk menyerang dan bertahan, sangat disukai para kultivator pedang. Jika aku sendiri seorang kultivator pedang, mungkin aku juga akan ikut berebut. Harga awal satu juta, kenaikan minimal dua ratus ribu," ujar Ouyang Xi sambil mengayunkan pedang panjang di udara. Setiap kali ia mengayunkan, gelombang udara mengikutinya.
Setelah kata-kata Ouyang Xi, hanya beberapa orang yang menawar, dan setiap kenaikan selalu di angka minimal dua ratus ribu.
"Barang untuk kultivator pedang, pantas saja sepi. Lagi pula, kultivator pedang sudah sangat langka. Tidak tahu berapa orang di sini yang benar-benar kultivator pedang," pikir Cheng Yun melihat pedang itu tanpa minat.
Kultivator pedang adalah sosok unik di antara para kultivator. Sepanjang hidup mereka hanya memiliki satu artefak, yaitu pedang yang terikat jiwa mereka. Jika pedang itu hancur, pemiliknya pasti luka parah. Jika pemiliknya mati, pedang itu pun ikut lenyap.
Keunikan ini membuat pedang semacam itu jarang diminati karena sejak awal berlatih, para kultivator pedang sudah memilih pedangnya masing-masing dan jarang mengganti. Karena itu, artefak pedang ini hampir tak ada peminat.
Namun, Cheng Yun tetap mengangkat papan nomor untuk ikut menawar. Melihat itu, Meng Yao pun ikut mengangkat papan dan berseru, "Tiga juta batu spiritual!"
Para penawar sungguhan terkejut dengan kemunculan dua pesaing mendadak itu. Setelah Cheng Yun menaikkan harga sekali lagi, ia mundur dari persaingan, begitu pula Meng Yao yang tidak menambah harga setelah Cheng Yun mundur.
Akhirnya, pemenang lelang terlihat sedikit kecewa. Awalnya, hanya satu dua orang yang bersaing dengannya dan ia yakin bisa mendapat pedang itu di harga sekitar tiga juta, namun keikutsertaan Cheng Yun dan Meng Yao membuatnya harus membayar satu juta lebih mahal, hingga akhirnya menebus artefak itu dengan harga empat juta batu spiritual.
Beberapa barang berikutnya tidak menarik minat Cheng Yun, tetapi ia tetap ikut menawar. Setiap kali ia menawar, Meng Yao pasti akan menaikkan harga di atasnya, menyusahkan penawar lain.
Setelah beberapa kali mencoba, Cheng Yun justru merasa senang dalam hati. Ia yakin delapan puluh persen rencananya akan berhasil. Ia memanggil pelayan pelelangan, menyerahkan kantong penyimpanan dan membisikkan beberapa kata, lalu kembali memperhatikan barang lelang tanpa lagi ikut menawar dalam waktu cukup lama.
"Barang berikutnya adalah titipan seorang sahabatku, sebotol pil bernama Pil Awet Muda. Mengonsumsi pil ini, selama setahun akan membuatmu tetap awet muda, wajah tak menua, seakan kembali ke masa remaja. Dalam botol ini ada tiga puluh pil. Harga awal dua juta batu spiritual, kenaikan minimal tujuh ratus ribu!" Ouyang Xi mengeluarkan botol kecil indah, lalu mengambil satu pil yang berwarna hitam pekat dengan aroma obat yang kuat.
Umur para kultivator jauh lebih panjang daripada manusia biasa, tetapi mereka tetap tidak bisa melawan waktu. Hanya setelah mencapai tahap Hao Yue, barulah seseorang bisa mempertahankan penampilan mudanya tanpa berubah karena usia.
Yang berminat dengan Pil Awet Muda tentu saja kaum perempuan. Meskipun pil ini bukan pil langka, namun sangat sulit didapat. Hampir semua kultivator wanita di tempat itu mendambakannya.
"Pil Awet Muda, khasiatnya memang luar biasa, hanya saja bagiku tidak berguna," pikir Cheng Yun setelah melihatnya, tidak terlalu peduli.
Sementara itu, Meng Yao yang seharusnya tertarik justru tak menunjukkan minat sama sekali, seolah pil itu tak ada hubungannya dengan dirinya. Hal ini membuat pandangan Cheng Yun terhadap Meng Yao sedikit berubah. Awalnya ia mengira Meng Yao pasti akan berusaha mati-matian menawar pil itu seperti para wanita lain.
Pelelangan Pil Awet Muda berlangsung selama setengah batang dupa, diikuti lebih dari seratus orang, kebanyakan perempuan. Akhirnya, pil itu dimenangkan oleh seorang wanita berwajah dingin dengan harga sepuluh juta batu spiritual.