Bab Seratus Delapan Belas: Penyerapan
“Aku akan menahannya. Kalian cepat pergi!” Sun Bang menekan luka-lukanya, lalu bangkit dan berkata.
“Menahannya? Kau sanggup menahannya?” tanya Xu Yan dengan suara dingin. Ia mengusap darah di sudut bibirnya, lalu melanjutkan, “Kita sudah tidak punya cara lain. Tadi sebenarnya ia bisa saja membunuh kita. Sepertinya, selain marah, ia juga sedang mempermainkan kita!”
“Mempermainkan?” Mata Huang Xiao berbinar. Ia tiba-tiba berkata, “Bisakah kita memanfaatkan hal ini untuk mengulur waktu?”
Pikiran Huang Xiao tentu saja adalah mengulur waktu, lalu menunggu para paman seperguruan mereka datang. Begitu mereka tiba, krisis yang dihadapi ketiganya pun akan teratasi.
“Semoga—” Xu Yan sebenarnya hendak berkata, “Semoga memang begitu.” Namun sebelum ia sempat menyelesaikan kalimatnya, sosok Ulat Sutra Langit Yin telah menghilang dari tempatnya.
Ketika mereka bertiga baru saja hendak bersiap siaga, terdengar jeritan Sun Bang.
Ulat Sutra Langit Yin ternyata telah menerkam dan menjatuhkannya ke tanah. Makhluk itu lalu membuka mulutnya yang aneh dan menggigit leher Sun Bang dengan ganas.
“Cepat pergi! Ia—ia mengincar darahku. Cepat pergi!” Sun Bang tidak lagi memedulikan dirinya sendiri. Ia akhirnya mengerti bahwa sasaran utama Ulat Sutra Langit Yin tetaplah dirinya. Darah beracunnya merupakan santapan terbaik bagi makhluk itu.
Beberapa tarikan napas setelah Sun Bang mengucapkan kata-kata tersebut, wajahnya seketika berubah menjadi sangat pucat. Huang Xiao dapat merasakan dengan jelas bahwa aura Sun Bang melemah dengan cepat. Tak lama lagi, darahnya pasti akan diisap habis oleh Ulat Sutra Langit Yin.
“Berhenti!”
Huang Xiao mengangkat sebelah kakinya dan mengeluarkan belati Pembelah Dewa dari dalam sepatu botnya. Ia tahu bahwa tinju dan tendangan mereka bertiga sama sekali tidak akan mampu melukai Ulat Sutra Langit Yin. Karena itu, harapan mereka kini bergantung pada belati tersebut. Bagaimanapun, belati itu mampu membelah logam semudah memotong lumpur. Sisik Ular Pemurni Hitam-Putih dahulu juga tak tertembus, tetapi ia tetap berhasil menusuknya dengan belati ini.
Ketika Huang Xiao menerjang Ulat Sutra Langit Yin sambil menggenggam belati, makhluk itu tentu saja menyadarinya. Namun, ia sama sekali tidak menganggap Huang Xiao sebagai ancaman. Bahkan, ketiga orang yang berada di hadapannya pun tidak dipedulikannya, sebab ia tahu jelas bahwa tenaga mereka tidak akan mampu melukainya. Saat ini ia sedang menikmati santapan lezat, sehingga untuk sementara ia malas menghiraukan Huang Xiao.
Akan tetapi, tak lama kemudian, Ulat Sutra Langit Yin mengeluarkan jeritan melengking yang penuh amarah. Tubuhnya yang gempal bergeser dari atas Sun Bang, kemudian berguling-guling tanpa henti di tanah.
Dengan tenaga Huang Xiao, tentu saja ia tidak akan mampu melukainya. Namun, belati Pembelah Dewa di tangannya sanggup melakukannya. Begitu menerkam ke samping Ulat Sutra Langit Yin, Huang Xiao langsung menancapkan belati itu ke tubuhnya.
Setelah berguling beberapa kali di tanah, Ulat Sutra Langit Yin menyadari bahwa ia tidak mampu melepaskan belati yang tertancap di tubuhnya. Sebaliknya, belati itu justru masuk semakin dalam, sementara rasa sakitnya semakin hebat.
Tiba-tiba, Ulat Sutra Langit Yin yang semula terus menjerit dan berguling berhenti bergerak. Pada saat yang sama, sosoknya melesat sambil mengeluarkan jeritan murka, lalu menerkam Huang Xiao.
“Paman Guru, awas!”
Xu Yan melihat Huang Xiao masih berdiri tanpa reaksi. Ia segera melesat dan berdiri di hadapan Huang Xiao. Sayangnya, perbedaan kekuatan mereka terlalu besar. Terlebih lagi, saat ini Ulat Sutra Langit Yin telah sepenuhnya mengamuk. Dengan sekali sapuan tubuh, Xu Yan terpental puluhan langkah.
“Xiaoyan?”
Huang Xiao terengah-engah. Tadi ia telah mengerahkan hampir seluruh tenaganya ke dalam satu tusukan itu, sehingga kini tubuhnya kehilangan banyak tenaga. Itulah sebabnya ia tidak mampu bereaksi ketika Ulat Sutra Langit Yin menerkamnya. Seandainya Xu Yan tidak menggantikan dirinya menerima serangan itu, bahkan dalam kondisi tenaga penuh pun ia tidak akan mampu menghindarinya.
“Syukurlah… syukurlah…”
Huang Xiao masih dapat merasakan aura Xu Yan, tetapi gadis itu jelas mengalami luka berat dan mungkin sudah tidak sanggup bangkit. Kini hanya tersisa dirinya. Sun Bang telah kehilangan terlalu banyak darah dan hampir jatuh tak sadarkan diri.
“Syukurlah apanya? Kita tamat!”
Ulat Sutra Langit Yin berada tepat di hadapannya. Sepasang matanya yang merah menatapnya erat-erat. Seketika, hawa dingin menjalari hati Huang Xiao. Sebenarnya tempat ini sudah cukup dingin karena keberadaan Ulat Sutra Langit Yin, tetapi ditambah rasa gentar yang muncul dalam dirinya, Huang Xiao mendapati tubuhnya hampir kaku dan tak mampu bergerak.
Dengan sekali kibasan tubuh, Ulat Sutra Langit Yin menghantam Huang Xiao hingga terjatuh ke tanah.
Dadanya terkena hantaman keras. Untuk sesaat Huang Xiao bahkan tidak mampu bernapas. Ia memuntahkan beberapa teguk darah beku berwarna hitam.
“Apakah kau juga ingin mengisap darahku?”
Ketika benar-benar berhadapan dengan kematian, rasa takut Huang Xiao justru lenyap tanpa jejak.
Ulat Sutra Langit Yin berada sangat dekat dengannya. Hawa dingin yang keluar dari tubuh makhluk itu sepenuhnya menyelimuti Huang Xiao, membuatnya merasa seakan-akan darahnya hendak membeku.
“Tenaga dalamku?”
Huang Xiao menyadari bahwa darahnya tidak diisap. Namun, tenaga dalam di tubuhnya justru mengalir keluar dengan cepat.
“Celaka! Ia tidak mengisap darahku, melainkan menyerap tenaga dalamku!”
Huang Xiao segera memahami keadaan. Ulat Sutra Langit Yin memang memiliki kemampuan menelan tenaga dalam. Kali ini ia mengisap darah Sun Bang karena darah tersebut mengandung racun yang sangat kuat. Darah orang biasa tidak menarik minatnya.
“Begitu tenaga dalamku diisap habis, mungkin itulah saat kematianku. Makhluk ini pasti tidak akan melepaskanku.”
Huang Xiao sangat menyadari hal itu.
“Tunggu…”
Huang Xiao tiba-tiba terkejut. Ia melihat belati Pembelah Dewa yang tertancap di tubuh Ulat Sutra Langit Yin mulai bergetar perlahan. Setelah mengamatinya dengan saksama, ia menyadari bahwa bersamaan dengan getaran itu, belati tersebut juga perlahan-lahan terdorong keluar dari tubuh makhluk itu.
“Jadi, ia menyerap tenaga dalamku untuk memaksa belati ini keluar!”
Huang Xiao memahami maksudnya.
“Tidak bisa. Aku harus mencari cara agar ia tidak dapat menyerap tenaga dalamku, atau setidaknya menahannya untuk mengulur waktu. Aku harus bertahan sampai para paman seperguruan datang. Kalau tidak, bukan hanya aku yang akan mati—Sun Bang dan Xu Yan juga akan mati. Tidak! Aku tidak boleh membiarkan itu terjadi!”
Pikiran itu bergema keras dalam benaknya.
“Metode Penyerapan Laut Utara!”
Sebuah gagasan melintas di benak Huang Xiao.
“Bukan hanya kau yang bisa menyerap dan menelan tenaga. Aku juga bisa!”
Begitu niat itu muncul, pusat tenaga dalam Huang Xiao seakan-akan menjadi lautan yang menampung segala sungai, menyerap tenaga dalam dari seluruh meridiannya dengan ganas. Tenaga dalam tersebut sebelumnya ditarik keluar dari pusat tenaganya oleh Ulat Sutra Langit Yin. Namun, begitu Huang Xiao menjalankan Metode Penyerapan Laut Utara, tenaga yang semula mengalir deras ke luar itu segera ditarik kembali ke pusat tenaga dalamnya.
“Dingin sekali!”
Tiba-tiba tubuh Huang Xiao bergetar. Hawa dingin yang luar biasa mengalir melalui meridiannya menuju pusat tenaga dalam. Seketika, seluruh tubuh Huang Xiao terasa seolah-olah terjerumus ke dalam ruang bawah tanah yang membeku.
“Celaka! Aku bahkan ikut menyerap hawa dingin yang terkumpul di dalam tubuh Ulat Sutra Langit Yin.”
Huang Xiao terkejut. Ia sungguh tidak menyangka daya serap Metode Penyerapan Laut Utara miliknya ternyata bahkan melampaui Ulat Sutra Langit Yin.
Sebenarnya, wajar jika Huang Xiao sendiri tidak menyadarinya. Selama dua tahun terakhir, ia hampir tidak pernah menggunakan metode tersebut. Namun, kekuatannya telah meningkat dari tingkat yang tidak berarti menjadi tingkat ahli kelas satu. Seiring meningkatnya tenaga dalam, kekuatan Metode Penyerapan Laut Utara secara alami ikut bertambah. Hanya saja, kekuatan itu ternyata jauh melampaui bayangannya.